Sri Mulyani Yakin Modal Mengalir Deras ke RI Usai Pemilu Karena..

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018 lalu. Penghargaan ini diberikan oleh majalah keuangan FinanceAsia. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 11 April 2018 lalu. Penghargaan ini diberikan oleh majalah keuangan FinanceAsia. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakini investasi maupun aliran modal masuk ke Indonesia bakal tetap mengalir lancar ketika pemerintahan baru yang terpilih dari Pemilu 2019 bisa mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang responsif terhadap perkembangan dunia usaha. Terlebih, jika kebijakan itu antisipatif terhadap isu-isu yang terjadi secara global.

    Baca: Sri Mulyani Usai Nyoblos: Usai Pemilu, Justru Pekerjaan Dimulai

    "Itu yang akan menimbulkan kepercayaan dan berdampak pada investasi," kata Sri Mulyani saat ditemui usai mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 77 di daerah Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rabu, 17 April 2019.

    Selain itu, kata Sri Mulyani , kebijakan lain yang akan menimbulkan kepercayaan dari dunia usaha adalah kebijakan yang bisa merespon masalah-masalah di dalam negeri. Mulai dari produktivitas pendidikan hingga persoalan kompetisi antar negara. "Jadi kita tentu berharap pemerintah terpilih nanti fokus dalam menjalankan programnya," ucapnya.

    Selama ini, pemilu memang kerap dipandang mempengaruhi perekonomian negara. Pelaku usaha di Indonesia dianggap selalu menunggu waktu dan hasil Pemilu sebelum mengambil langkah untuk menanamkan investasi, membuka lini usaha baru, atau membuat kebijakan terkait industri yang ditekuni.

    Pengaruh Pemilu terhadap dunia ekonomi dalam negeri terlihat dari hasil penelitian Unit Riset dan Pengabdian Masyarakat (RPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) pada 2014. Dalam laporan kuartal volume 1 tahun 2014, RPM FEB UI memaparkan pengaruh kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) saat itu dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

    Laporan itu memaparkan bahwa Pilpres membuat nilai tukar rupiah terdepresiasi sepanjang Juni-Juli 2014. Pada 2 bulan itu, tahapan Pilpres 2014 tercatat memasuki fase akhir kampanye dan pemungutan suara.

    Baca: Disindir Politikus Demokrat, Sudahkah Sri Mulyani Serahkan LHKPN?

    Akan tetapi Sri Mulyani tidak ingin berspekulasi lebih jauh terkait adanya perubahan regulasi dan arah kebijakan yang mungkin bakal terjadi jika nantinya terpilih pemerintah baru. "Ya kita lihat dululah sampai nanti sore siapa yang kepilih, kita berharap hasilnya ini diterima semua pihak, dan ini (pemilu) berjalan secara damai," kata dia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mohamed Salah dan Para Pemain Bola yang Tetap Berpuasa Ramadan

    Saat menjalankan profesi yang menguras tenaga, Mohamed Salah dan sejumlah pemain bola yang berlaga di liga-liga eropa tetap menjalankan puasa Ramadan.