Usai Pemilu, Menteri PUPR: Perbaikan Akses Air Bersih Jalan Terus

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta istrinya, Kartika Nurani saat menunjukkan jari kelingking yang terkena tinta usai mencoblos. Tempo/Dias

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono beserta istrinya, Kartika Nurani saat menunjukkan jari kelingking yang terkena tinta usai mencoblos. Tempo/Dias

    TEMPO.CO, Jakarta - Usai melakukan pencoblosan di hari pemilu ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akan berfokus dalam pembangunan perbaikan akses air bersih dan kebencanaan tahun ini. Dia mengatakan hal ini tengah dirumuskan Kementerian PUPR bersama Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas.

    Baca: Usai Pemilu 2019, Ini Harapan Faisal Basri terhadap Indonesia

    "Sedang dirumuskan oleh Bappenas mengenai RJPMN, pertama tentang air bersih walaupun konektivitas diprioritaskan tapi sekarang ini adalah air bersih, dan kebencanaan," kata Basuki ditemui usai menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara atau TPS 01 Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 17 April 2019.

    Berdasarkan pantauan Tempo, Basuki hadir di TPS Sekitar pukul 08.45 WIB. Mengenakan kemeja putih, Basuki datang bersama istrinya Kartika Nuraini dan juga anak serta cucunya. Keluarga ini kompak mengenakan kemeja berwarna putih.

    Adapun dalam pemilihan ini Basuki hanya bisa mencoblos surat suara berwarna merah atau untuk presiden dan wakil presiden. Hal ini karena dia hanya terdaftar sebagai daftar pemilih tambahan bukan pemilih tetap di wilayah tersebut.

    Kepada awak media Basuki mengatakan tak ada persiapan khusus dalam menyambut pemilu ini. Ia mengatakan deg-degan usai menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kali ini.

    "Deg-degan (saat mencoblos). Dulu kampanye sekarang kita saatnya memilih. Mudah-mudahan Allah memberi yang terbaik untuk bangsa Indonesia," kata Basuki.

    Dalam kesempatan itu, Basuki juga menyampaikan pandangannya selama bekerja menjadi pembantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Menurut dia, selama bekerja sebagai menteri Kabinet Kerja, Jokowi tidak pernah memerintah dengan otoriter tetapi lewat diskusi.

    Baca: Pesan Luhut Usai Nyoblos: Masih Ada Waktu 5 Jam, Mari Dijaga

    Pria yang lahir di Surakarta itu, mengatakan selama bekerja dengan Jokowi dibangun dengan mendasarkan pada loyalitas dan juga kepercayaan. "Itu basic kami bekerja. Beliau sama gitu. Bekerja kalau nggak sama frekuensi, kan susah," kata Basuki.

    Simak berita lainnya terkait pemilu di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.