Tiket Pesawat Mahal, Bupati Banyuwangi: Untung Ada Kereta

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. TEMPO/Fajar Januarta

    Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. TEMPO/Fajar Januarta

    Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan tingginya harga tiket pesawat telah berdampak kepada jumlah kunjungan wisatawan ke daerahnya. Ia meyakini, fenomena itu juga berdampak negatif ke semua daerah di Indonesia.

    Baca juga: Maskapai Diberi Waktu 2 Pekan untuk Turunkan Harga Tiket Pesawat

    "Tapi Banyuwangi sedikit beruntung karena ada kereta api," ujar dia selepas acara Ngobrol @tempo dengan tema 'Komitmen CEO pada Pariwisata Indonesia' di Kantor Tempo, Jakarta, Senin, 15 April 2019. Menurut dia, daerah yang tidak memiliki alternatif transportasi selain pesawat, tentu akan sangat terdampak mahalnya tiket pesawat belakangan ini.

    Dengan adanya moda kereta api saja, ujar Anas, kunjungan wisatawan ke daerahnya masih turun. Padahal di setiap masa liburan kereta api menuju daerahnya selalu penuh terisi oleh para turis. "Bagi Banyuwangi ada dampaknya dan cukup signifikan dengan tingginya tiket harga tiket pesawat. Saya tidak bisa hitung semuanya, tapi kurang lebih 30 persen (penurunannya)," kata dia.

    Sebelumnya, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui bahwa tingginya harga tiket pesawat menyebabkan penurunan pada jumlah kunjungan ke destinasi pariwisata dalam negeri sebesar rata-rata 30 persen. Karena itu ia berharap tarif itu bisa segera turun. "Jadi dari industri pariwisata ingin secepat mungkin harga tiket kembali ke normal yang dulu," ujar Arief.

    Arief menyoroti kenaikan tarif yang begitu signifikan. Bahkan, ada rute yang kenaikannya lebih dari seratus persen. "Seperti ke Sumatera Barat, bisa naik 110 persen jadi 210 persen, dua kali lipat."

    Menurut dia, perusahaan maskapai penerbangan mengerek harga tiket pesawat lantaran mengaku tidak meraup untung beberapa waktu terakhir. Ia pun berpendapat boleh-boleh saja mereka mengerek tarif penerbangannya, namun ada etikanya. "Yang mau saya katakan kamu boleh naik. Tapi yang tidak boleh, kamu naik mendadak dan besar sekali," kata Arief.

    Baca juga: Tiket Pesawat Domestik Mahal, Turis Pilih Liburan ke Luar Negeri

    Atas masalah tersebut, Arief  menyatakan menunggu kebijakan dari Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Sebab, Budi pernah berjanji akan mengeluarkan regulasi apabila maskapai tidak kunjung menurunkan harga tiketnya. 

    Sebelumnya, Budi Karya memberi waktu dua pekan bagi maskapai untuk menyesuaikan harga tiket pesawat sesuai dengan sub-harga yang telah disepakati, agar lebih terjangkau masyarakat. "Tapi dalam hal dia tidak mengindahkan apa yang telah disepakati, maka saya dengan berat hati akan menetapkan sub-price itu sebagai bagian ketentuan yang dilaksanakan," ujar Budi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran, Jakarta, Ahad, 14 April 2019.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?