Prabowo Ingin Buat Bank Tabungan Haji, Anggito Mendukung

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kiri) saat mengikuti rapat dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keungan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu (kiri) saat mengikuti rapat dengan Komisi VIII DPR RI di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, 24 Mei 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Prabowo Subianto sempat menyinggung akan membentuk bank tabungan haji jika terpilih dan memenangi pemilihan presiden 2019 lusa. Menanggapi hal ini Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu, menyatakan mendukung jika bank tabungan haji terbentuk.

    Baca: Menteri Agama dan DPR Sepakat Biaya Haji 2019 Tidak Naik

    "Bagus aja, saya mendukung, karena BPKH bukan tabung haji dan merupakan badan hukum publik dan masih bersifat semi," kata Anggito Abimanyu saat ditemui di peluncuran bukunya "Menyimak Turbulensi Ekonomi : Pengalaman Empiris Indonesia" di PPM Manajemen, Jakarta Pusat, Senin 15 April 2019.

    Anggito menerangkan, BPKH belum sepenuhnya mengelola seluruh dana haji, hanya sebagian keuangan yang dipegang lembaga ini. Adapun sebagian dana haji masih dikelola oleh Kementerian Agama, seperti misalnya biaya ongkos naik haji.

    Konsep yang ditawarkan oleh Prabowo tentang bank tabungan haji adalah, lembaga ini  yang akan mengatur seluruh proses haji mulai keuangan hingga pelaksanaannya. Hal ini dinilai Anggito sebagai ide yang baik. "seperti yang dilakukan di Malaysia, itu disebut evolusi dan masih bertahap," ujar dia. 

    Anggito menjelaskan, dana yang saat ini dikelola oleh BPKH ada Rp 113 triliun, dan akan digunakan untuk perbaikan penyelanggaraan haji ke depannya. Dia mengungkapkan, akan meningkatkan investasi langsung dari dana ini sebesar 10 persen, "Ini difokuskan investasi langsung untuk yang ada di Arab Saudi," kata dia.

    Sebelumnya calon presiden Prabowo Subianto, menjanjikan pembentukan bank yang secara lengkap mengelola dana tabungan haji. Menurut Prabowo perputaran uang dari pengelolaan dana haji memiliki potensi yang begitu besar. Hanya saja, dana tersebut disebutnya masih belum terkelola dengan baik dan transparan.

    "Potensi yang besar itu berasal dari tabungan calon jemaah haji. Selama ini masih terjadi keraguan tentang pengelolaan dana tersebut. Maka, kami ingin membentuk bank tabungan haji yang mengelola secara moderen, efisien, dan transparan. Agar dana tersebut bermanfaat untuk umat dan tidak disalahgunakan," kata Prabowo saat debat putaran terakhir di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu 13 April 2019.

    EKO WAHYUDI (MAGANG)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.