Anies Ingin Kelola Semua Kolong Tol, Ini Jawaban PUPR

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 15 Januari 2019. Tumpukan sampah itu berasal dari pembuangan sampah warga dan menjadikan kolong tol tersebut sebagai tempat pembuangan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pemandangan sampah di kolong Tol Wiyoto Wiyono, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa, 15 Januari 2019. Tumpukan sampah itu berasal dari pembuangan sampah warga dan menjadikan kolong tol tersebut sebagai tempat pembuangan. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah menerima surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait permintaan penyerahan pengelolaan seluruh kolong tol di DKI Jakarta. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membenarkan pihaknya sudah menerima surat yang dilayangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    Baca : Kolong Tol Tak Terurus, Anies Ambil Alih Kolong Simpang Semanggi

    "Baru kemarin saya terima suratnya baru saya baca dan sedang dipelajari oleh teman-teman di Bina Marga, kami mau lihat untuk apa dan desainnya seperti apa. Karena kan  kita punya kepentingan untuk pemeliharaan," ujar Basuki seperti dimuat Bisnis.com, Ahad 14 April 2019. 

    Basuki mencontohkan, apabila terdapat saluran, maka terdapat jalan inspeksi untuk pemeliharaan. Pihaknya juga ingin mengetahui seperti apa pemanfaatan yang akan dilakukan, apakah digunakan untuk lahan parkir atau komersial."Kami kan harus tahu kalau mau ada pemeliharaan, kita harus punya akses jadi lagi dibicarakan tentang pemanfaatan, kalau secara prinsip sih oke," ujar dia.

    Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kolong tol seperti yang terletak di ruas Plumpang-Pluit dan Grogol-Pluit bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

    "Sekarang kita menunggu keputusan dari Menteri PUPR apakah permintaan DKI dipenuhi, karena dengan begitu nanti kita bisa mengelola semua kolong tol, bisa dipakai untuk taman, ruang kegiatan, macam-macam," kata Anies.

    Selain itu, penyerahan pengelolaan kolong tol tersebut juga dalam rangka pengamanan kolong tol untuk mencegah insiden-insiden yang tidak diinginkan. Adapun surat tersebut telah dikirimkan kepada Basuki sejak 13 Maret lalu.

    Sebelumnya, terjadi kebakaran di kolong tol Pluit yang dikelola oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk. sehingga pihak Pemprov DKI Jakarta tidak memiliki wewenang atas lahan tersebut. "Karena yang mengelola tidak mengelola dengan baik, orang marahnya ke Jakarta padahal bukan milik kita," kata Anies.

    BISNIS

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.