Sandiaga Janji Turunkan Tarif Listrik 20 Persen, Realistiskah?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan orasi politik saat menghadiri kampanye akbar di Lapangan Ahmad Yani, Alun - Alun Kota Tanggerang, Banten, Sabtu 13 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno memberikan orasi politik saat menghadiri kampanye akbar di Lapangan Ahmad Yani, Alun - Alun Kota Tanggerang, Banten, Sabtu 13 April 2019. ANTARA FOTO/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Tangerang - Calon wakil presiden Sandiaga Uno menjanjikan tarif listrik turun kepada warga Tangerang di kampanye terbuka terakhir hari ini. Ia juga memastikan kemudahan lapangan kerja hingga kebutuhan pokok yang murah.

    Baca: Sandiaga Jelaskan Penyebab RI Masuk Jebakan Pertumbuhan Ekonomi

    Khusus untuk tarif dasar listrik, Sandiaga menyebutkan, bisa diturunkan hingga 20 persen selama pemerintahannya. “Bersama Prabowo-Sandi kita akan mengelola sektor primernya,” katanya, Sabtu, 13 April 2019.

    Sandiaga menyebutkan, dengan mengelola sektor primer, harga listrik bisa turun sehingga menciptakan Indonesia adil dan makmur. “Lebih menghadirkan tarif yang lebih murah bagi masyarakat khususnya menengah ke bawah,” katanya.

    Sandiaga juga mengajak warga Tangerang untuk tidak golput. Mereka pun diminta untuk membujuk kerabat, keluarga, dan tetangga datang ke tempat pemungutan suara. "Ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tidak ada yang kebetulan di seluruh dunia. Allah sudah menentukan bahwa TPS adalah tusuk Prabowo-Sandi," ucapnya.

    Sementara itu, Direktur Program Riset Indef, Berly Martawardaya, menyebutkan, dalam satu tahun ke depan untuk menurunkan tarif listrik, pemerintah perlu menaikkan alokasi APBN untuk subsidi energi. "Bisa saja. Tapi ada trade off-nya," katanya ketika dihubungi.

    Baca: Sandiaga Punya Harta Rp 5 Triliun, Terbanyak di Surat Berharga

    Terlebih, menurut Berly, harga sumber energi selalu berfluktuasi dan sulit diprediksi bahkan hanya dalam kurun waktu satu tahun. "Kalau harga listrik tetap seperti sekarang, belanja subsidi energi di APBN tidak naik. Sebaliknya jika harga listrik turun, belanja subsidi energi di APBN naik," ucap  Berly menanggapi janji Sandiaga tersebut. "No free lunch. Ada biaya yg harus dibayar."

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.