Menperin: Triwulan I 2019, Kinerja Industri Manufaktur Positif

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto berpose di samping Daihatsu Ayla Turbo Konsep di pameran otomotif GIIAS Surabaya, 29 Maret 2019. Airlangga membuka pameran otomotif perdana GIIAS 2019 The Series. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto berpose di samping Daihatsu Ayla Turbo Konsep di pameran otomotif GIIAS Surabaya, 29 Maret 2019. Airlangga membuka pameran otomotif perdana GIIAS 2019 The Series. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan sektor industri manufaktur sepanjang triwulan I tahun 2019 menunjukkan kinerja positif. Klaim itu didukung nilai Prompt Manufacturing Index (PMI) yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). PMI manufaktur Indonesia pada triwulan I-2019 berada di angka 52,65 persen, lebih tinggi dari triwulan IV-2018 sebesar 52,58 persen.

    Baca juga: Kata Menperin Soal Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Naik

    Menurut Airlangga, angka tersebut menunjukkan sektor industri manufaktur berada pada level ekspansif. Kondisi ini juga sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha pada sektor industri manufaktur pada triwulan I-2019.

    “Mulai dari skala kecil hingga besar, pertumbuhan sektor industri manufaktur selama periode pemerintahan Jokowi-JK mengalami pertumbuhan signifikan," kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Sabtu, 13 April 2019.

    Dalam jangka waktu 2014-2017, kata dia, industri kelas menengah mengalami pertumbuhan sebanyak 5.898 unit, sehingga semula pada 2014 jumlahnya 25 ribu unit usaha menjadi 31 ribu unit usaha. “Untuk sektor usaha kecil, dalam empat tahun terakhir, terjadi kenaikan pelaku usaha yang hampir di angka satu juta."

    Sementara itu, menurut publikasi survei PMI-BI, peningkatan usaha sektor manufaktur pada triwulan I-2019 diindikasikan dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kegiatan usaha industri manufaktur sebesar 1,00 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan IV-2018 yang mencapai 0,32 persen.

    Karena itu, Airlangga berujar kementeriannya bakal terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya untuk semakin mendorong sektor industri manufaktur agar lebih berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal tersebut juga diharapkan dapat mendukung stabilitas sosial dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.

    Peningkatan kinerja industri manufaktur sepanjang triwulan I-2019, tutur Airlangga, juga didorong ekspansi pada sebagian besar komponen indeks pembentuk PMI, terutama indeks volume pesanan, indeks volume produksi dan indeks persediaan barang jadi. Indikator volume pesanan pada triwulan I-2019 tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 54,04 persen.

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyampaikan, peningkatan kinerja industri manufaktur terutama didorong oleh meningkatnya permintaan domestik dan kenaikan volume pesanan yang sejalan dengan persiapan Ramadan dan Idul Fitri 2019.

    “Berdasarkan subsektor, ekspansi kinerja industri manufaktur terutama terjadi pada subsektor industri kertas dan barang cetakan, industri makanan, minuman dan tembakau," kata dia.

    Tingginya permintaan dan volume produksi juga mendorong peningkatan persediaan barang jadi. Indikator persediaan barang jadi periode triwulan I-2019 berada pada fase ekspansi dengan indeks sebesar 53,29 persen.

    "Peningkatan aktivitas produksi sektor industri manufaktur terindikasi berdampak pada penggunaan tenaga kerja yang meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya," tutur Onny.

    Sementara itu, indeks jumlah tenaga kerja pada triwulan I-2019 tercatat berada pada level ekspansi sebesar 51,22 persen. Angka tersebut naik dibandingkan triwulan IV-2018 yang berada di level kontraksi dengan indeks sebesar 48,92 persen.

    Baca berita manufaktur lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.