Kata Susi Pudjiastuti ke Santri: Ikan Kurangi Risiko Kanker

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini, Jumat, 12 April 2019, melakukan kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) di Komplek Pendidikan Persatuan Umat Islam (PUI) Cilimus dan Ponpes Mambaul Huda. KKP

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hari ini, Jumat, 12 April 2019, melakukan kegiatan kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) dan Gerakan Masyarakat Sadar Mutu dan Karantina (Gemasatukata) di Komplek Pendidikan Persatuan Umat Islam (PUI) Cilimus dan Ponpes Mambaul Huda. KKP

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan kepada para santri mengenai pentingnya makan ikan saat dirinya mengelar kunjungan Komplek Pendidikan Persatuan Umat Islam (PUI) Cilimus dan Ponpes Mambaul Huda, Kuningan, Jawa Barat. Menurut Susi, mengkonsumsi ikat bisa meningkatkan IQ sehingga membuat lebih cerdas.

    Baca: Susi Pudjiastuti Menduga 300 Kapal Asing Ilegal Beroperasi di RI

    "Ikan juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit biar awet muda. Bahkan ikan juga dapat mengurangi risiko kanker," kata Susi Pudjiastuti seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tempo, Jumat 12 April 2019.

    Menurut Susi Pudjiastuti, konsumsi ikan perlu terus ditingkatkan karena protein yang terkandung pada ikan memberikan kontribusi terbesar dalam kelompok sumber protein hewani, yaitu sebesar 57,2 persen. Ikan juga memiliki komposisi asam amino lengkap dan mudah dicerna tubuh.

    Selain itu, ikan pun terdiri dari beragam jenis, bentuk, warna, rasa, dan ukuran yang menawarkan berbagai pilihan bagi penikmatnya. Tak hanya itu, dari sisi harga ikan pun dijual dengan harga yang dapat memenuhi semua segmentasi kelas ekonomi.

    Karena itu, Susi Pudjiastuti berharap supaya semuanya untuk ikut menjaga kondisi laut supaya tetap baik. Salah satunya dengan tidak membuang sampah ke laut dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang dapat mencemari laut dan mengancam keberlanjutan ekosistem di dalamnya.

    "Kita harus jaga laut kita agar ikannya tetap ada dan banyak. Saya ingin orang Indonesia makan ikan 80-100 kg setiap tahunnya seperti orang Jepang," ujar Susi.

    Guna mendorong ketersediaan ikan di masyarakat, Susi Pudjiastuti menyebut bahwa pemerintah siap membantu usaha atau badan ekonomi kecil masyarakat yang ingin memulai usaha di bidang perikanan. Tak lupa, Susi juga mengingatkan para santri untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri di era globalisasi dan digitalisasi.

    Baca: Tanggapi Luhut Soal Cantrang, Menteri Susi: Basi

    Susi Pudjiastuti juga menyebutkan di masa mendatang kompetisi akan semakin berat. "Digitalisasi dan mesin-mesin akan mengambil alih sebagian besar tugas manusia. Maka kita harus sudah memulai fokus pada pembangunan sumber daya manusia," tutur pemilik Maskapai Susi Air ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.