Faisal Basri Tanggapi Isu TKA Dominasi Lapangan Kerja WNI

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    Faisal Basri. TEMPO/M. Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Ekonom senior Universitas Indonesia Faisal Basri membantah informasi yang banyak beredar belakangan bahwa banyak tenaga kerja asing atau TKA yang menguasai lahan pekerjaan milik pekerja domestik atau WNI.

    Baca: Prabowo Sering Cemooh Utang, Faisal Basri: Negara Masih Aman

    "Pernyataan-pernyataan tentang tenaga kerja asing yang telah mengambil lahan pekerjaan WNI di dalam negeri juga tidak ditopang data akurat," kata Faisal seperti disampaikan dalam Orasi Kebudayaanya di Soehanna Hall, Kamis 11 April 2019.

    Menurut Faisal, saat ini jumlah tenaga kerja asing di Indonesia hingga akhir 2018 tidak sampai 100 ribu orang. Sebaliknya, ada lebih dari 3,65 juta orang Indonesia yang kini telah bekerja di luar negeri.

    Jika dibandingkan, tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri jumlahnya hampir 40 kali lipat lebih banyak dibandingkan orang luar negeri yang bekerja di Indonesia.

    Menurut catatan Bank Indonesia atau BI, sepanjang tahun 2018 pekerja asal Indonesia menyumbang remitansi kepada negara sebesar US$ 11 miliar dolar Amerika Serikat. Sedangkan remitansi tenaga kerja asing di Indonesia yang dikirim ke luar negeri hanya sebesar US$ 3,4 miliar.

    "Sehingga kita menikmati surplus sebesar 7,6 miliar dollar AS. Data ini kian menunjukkan keterbukaan lebih membawa maslahat ketimbang mudarat bagi perekonomian," kata Faisal.

    Sebelumnya, hoax atau kabar bohong mengenai tenaga kerja asing yang banyak menguasai pekerjaan di Indonesia sering santer terdengar melalui berbagai platform media sosial. Paling baru, kabar hoax demo buruh yang menolak adanya tenaga kerja asing atau TKA asal Cina.

    Ata kabar hoax ini, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri bahkan harus turun tangan menjelaskan kabar ini. Melalui cuitan di akun Twitter-nya, Hanif menjelaskan kabar tersebut hoax dan bukan penolakan tenaga kerja asing.

    Baca: Faisal Basri Sebut Cina Bukan Pemberi Utang Terbesar RI, Tapi...

    "Tapi demo tersebut merupakan demo buruh di Morowali terkait Upah Minimum Sektoral Kabupaten," kata Hanif melalui akun Twitter-nya @hanifdhakiri, Jumat 25 Januari 2019.

    Simak berita terkait Faisal Basri lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.