Menjelang PIlpres, Jonan Jamin Pasokan Listrik Aman

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya memasang unit Power Bank Express Power Service di Gedung KPU, Jakarta, Rabu 3 April 2109. Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik secara optimal. Pantauan secara khusus dilakukan terhadap objek-objek vital saat Pemilu di Jakarta. Perkiraan beban puncak pada April 2019 mencapai 4921,82 megawatt (MW) dan pasokan listrik cukup untuk mengantisipasi beban pada saat Pemilu Serentak berlangsung. Pasalnya Jakarta masuk dalam sistem Jawa Bali dengan daya mampu pasokan listrik mencapai 32.000 MW. TEMPO/Subekti.

    Petugas PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya memasang unit Power Bank Express Power Service di Gedung KPU, Jakarta, Rabu 3 April 2109. Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019 PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik secara optimal. Pantauan secara khusus dilakukan terhadap objek-objek vital saat Pemilu di Jakarta. Perkiraan beban puncak pada April 2019 mencapai 4921,82 megawatt (MW) dan pasokan listrik cukup untuk mengantisipasi beban pada saat Pemilu Serentak berlangsung. Pasalnya Jakarta masuk dalam sistem Jawa Bali dengan daya mampu pasokan listrik mencapai 32.000 MW. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan kelistrikan secara umum sudah baik. Sehingga gangguan kelistrikan dipastikan bisa dihindari selama periode pemilihan presiden atau pilpres pada 17 April 2019.

    BACA: Pertamina dan Petronas Kerja Sama Kembangkan Bisnis Migas

    "Kondisi kelistrikan saya kira sudah baik, sehingga kita bisa hindari gangguan-gangguan kelistrikan selama proses pesta demokrasi ini," kata Jonan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 12 April 2019.

    Hal ini disampaikan oleh Jonan saat memantau kesiapan pasokan listrik dan kesiagaan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Adapun pemantauan itu dilakukan di Pusat Pengatur Beban (P2B) PLN di Gandul, Depok, Jawa Barat, hari ini.

    Dalam kegiatan itu, Jonan meminta supaya PLN memonitor detail persiapan pengamanan pasokan listrik hingga unit rayon PLN. Jonan juga meminta PLN berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum atau KPU untuk mendeteksi keperluan KPU, khususnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) hingga daerah terpencil.

    "Saran saya sebelum tanggal 17 itu PLN bicara lagi dengan KPU, kurangnya apa, yang diperlukan apa, nanti masukan-masukan dari KPU sebelum tanggal 17 itu apa. Kalau bisa hingga setiap KPU Daerah itu tanya lagi apa yg perlu dipersiapkan," kata Jonan.

    PLN memprediksi beban listrik pada Rabu 17 April 2019 saat dilakukan pemilihan akan mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan pada hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi.

    Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin mengungkapkan bahwa beban puncak di Sistem Jawa-Bali rata-rata turun sekitar 5.000 MW. Misalnya beban puncak siang rata-rata menjadi 15.000 MW atau turun dari rata-rata pada hari biasa yang sekitar 20.000 MW.

    Baca: Prototype Becak Listrik Yogya Siap Gantikan Dominasi Becak Motor

    Sedangkan beban puncak malam turun menjadi 22.000 MW dari rata-rata 26.000-27.000 MW. "Jadi secara sistem kita cukup," jelas Amir, dalam keterangan tertulis yang sama.

    Pada sistem Jawa-Bali, beban listrik diperkirakan akan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 MW untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 MW untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12 - 29 persen. Adapun prakiraan beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pilpres 2019 (H-7 s.d. H+7) pada Sistem Kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi "pasokan cukup".

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.