Go-jek Jadi Decacorn Pertama di Indonesia, Luhut Bangga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Peluncuran ini memastikan layanan Go-Viet akan tersedia di 12 distrik di Ho Chi Minh City. (Foto: Biro Pers Setpres)

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersalaman dengan CEO Go-Jek, Nadiem Makarim, saat menghadiri peluncuran Go-Viet di Hotel Melia, Hanoi, Vietnam, Rabu, 12 September 2018. Peluncuran ini memastikan layanan Go-Viet akan tersedia di 12 distrik di Ho Chi Minh City. (Foto: Biro Pers Setpres)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan perusahaan Go-jek saat ini sudah go international dan sudah pada tataran yang sangat hebat. "Dan kita bangga, ini salah satu start up unicorn di Indonesia. Sekarang decacorn sudah malah sebenarnya," kata Luhut di kawasan Ancol, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

    Baca: Bank Indonesia Ajak Pelaku UMKM Mengenal Pembayaran Digital

    Hal itu Luhut sampaikan sesaat sebelum Go-jek menggelar acara apresiasi tahunan untuk para mitra yang mendukung ekosistem Go-jek. Dalam acara berjudul Mitra Juara Go-jek 2019, diberikan penghargaan kepada mitra berprestasi di platform anak bangsa ini. Acara yang digelar di Ecovention - Ancol tersebut dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), jajaran menteri Kabinet Kerja serta ribuan mitra Go-jek.

    Namun, Founder dan Global CEO Go-jek, Nadiem Makarim enggan membeberkan nilai perusahaan saat ini. Dia mengatakan, Go-jek juga menjadi aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia," kata Nadiem.

    Menurut dia, hal itu berdasarkan laporan berjudul The State of Mobile 2019 dari App Annie, platform analisa dan insights untuk apikasi mobile. "Keberhasilan ini berbanding lurus dengan pertumbuhan gross transaction vaue (GTV) GOJEK yang naik 13,5 kali lipat dari 2016 ke 2018," kata Nadiem.

    Per akhir 2018, kata dia, GOJEK mencatat total transaksi sebesar lebih dari US$ 9 miliar dan total volume transaksi setahun mencapai Rp 2 miliar.

    Luhut mengatakan yang dilakukan Gojek merupakan suatu kemajuan yang besar. "Dan saya senang diundang ke sini untuk melihat ini. Bahkan orang bilang, lapangan kerja karena teknologi itu susah, itu tidak juga. Karena Go-jek ini menciptakan lapangan kerja lagi," kata Luhut.

    Menurut Luhut, Gojek telah menciptakan ratusan ribu lapangan kerja baru yang sebenarnya sebelumnya tak terbayangkan. "Jadi kerja itu sekarang shifting. Orang lebih efisien, lebih cepat, lebih luas. Saya pikir Go-jek ini memainkan peranan penting," ujar dia.

    Baca: Tarif Baru Ojek Online Jabodetabek Lebih Mahal se-Jawa

    Luhut juga mengatakan Gojek saat ini sudah berkontribusi pada perekonomian Indonesia cukup besar, Rp 44,2 triliun. Dia juga mengatakan Indonesia sekarang punya market yang besar untuk start up. Menurut dia pada 2025 diperkirakan US$ 100 miliar potensi yang bisa digarap, sampai tahun ini sudah US$ 27 miliar.

    "Jadi jangan orang bilang Indonesia itu uang lari keluar. Orang sekarang berbondong-bondong masuk ke Indonesia karena kita punya empat unicorn dan akan ada yang baru lagi," ujarnya.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.