Tommy Soeharto Akan Bangun Sejuta Rumah Murah per Tahun

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto di Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto di Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Berkarya Makmur Sejahtera, perusahaan besutan Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto, resmi menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Bin Zayed Group, sebuah kelompok bisnis asal Dubai, Uni Emirate Arab. Salah satu wujud kerja sama yang mereka lakukan adalah rencana pembangunan 500 ribu hingga 1 juta rumah murah setiap tahunnya.

    Baca: Tommy Soeharto 'Hidupkan' Pusat Grosir GORO Lagi

    "Karena permintaan rumah seperti ini di Indonesia masih tinggi," kata Tommy yang menjabat sebagai Komisaris Utama PT Berkarya dalam jumpa pers di Crowne Plaza, Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019.

    Menurut Tommy, ratusan rumah rencananya bakal dirancang dengan ukuran tanah seluas 60 meter persegi dan bangunan seluas 36 meter persegi. Rumah yang menyasar kelompok menengah ke bawah ini tidak hanya akan dibangun di sekitar wilayah Jabodetabek saja, tapi juga di seluruh Indonesia.

    Namun, putera mantan Presiden Orde Baru, Soeharto, ini belum menyampaikan detail lokasi pembangunan. Untuk harga rumah yang akan dijual, kata Tommy, pihaknya juga belum mengumumkan angka pasti. "Yang jelas mengikuti ketentuan dari pemerintah saja nanti seperti apa," ujar dia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT. Berkarya Makmur Sejahtera, Milasari Kusumo Anggraini mengatakan, pihaknya masih akan mendiskusikan beberapa kerja sama lagi dalam penyediaan rumah murah ini dengan Bin Zayed Group. Salah satunya yaitu apakah rumah yang dibangun merupakan rumah tapak atau vertikal (apartemen).

    Baca: Ambisi Tommy Soeharto dengan Goro di Seantero RI

    Milasari mengatakan, penyediaan rumah murah ini merupakan salah satu komitmen dari perusahaannya untuk mengatasi angka backlog rumah yang masih cukup tinggi di Indonesia. Selain itu, kerja sama ini dinilai positif karena bisa mendatangkan investasi dari luar ke Indonesia. "Komitmen dari Pak Tommy dalam hal ini nyata," kata dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?