Operasi Ketupat, 157.155 Petugas Gabungan Siaga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 dengan latar belakang jembatan Kali Kuto di area jalan tol Batang Semarang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Kapolda Jawa Tengah menyatakan anggotanya siap menghadapi arus balik dan arus mudik Lebaran 2018. ANTARAFOTO/Harviyan Perdana Putra

    Foto udara apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 dengan latar belakang jembatan Kali Kuto di area jalan tol Batang Semarang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu, 6 Juni 2018. Kapolda Jawa Tengah menyatakan anggotanya siap menghadapi arus balik dan arus mudik Lebaran 2018. ANTARAFOTO/Harviyan Perdana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - – Koordinator Lalu Lintas Polri dan tim gabungan akan menyiagakan 157.155 petugas dalam Operasi Ketupat menjelang mudik Lebaran 2019. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas), Polri Irjen Pol Refdi Andri, mengatakan personel keamanan tersebut terdiri atas gabungan kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya.

    Baca juga: Diskon Tarif Tol Trans Jawa Diperpanjang Sampai Lebaran

    Tim gabungan ini akan mulai melakukan gelar pasukan Operasi Ketupat pada 28 Mei 2019. Sedangkan Operasi Ketupat dilaksanakan mulai 29 Mei sampai 13 Juni 2019.

     “Terjadi peningkatan atau tambahan personel 5-10 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Ini seirama dengan peningkatan jumlah kendaraan,” ujar Refdi saat ditemui di kantor National Traffic Management Center Koordinator Lalu Lintas Polri, MT Haryono, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

    Lebih dari seratus ribu personel itu akan bertugas mengamankan jalur-jalur arteri hingga jalur alternatif di Jawa, Bali, hingga Lampung.

    Berdasarkan paparan Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi selama 3 hari, yakni mulai 30 Mei hingga 1 Juni. Adapun puncak arus balik diprediksi terjadi pada 9 Juni.

    Refdi mengatakan, kemungkinan volume kendaraan di jalan, baik jalan tol maupun jalur alternatif, akan lebih menumpuk saat arus balik ketimbang masa mudik. Sebab, rentang waktu untuk arus balik lebih singkat. “Hari Raya jatuh hari Rabu dan Kamis. Orang akan kembali pada Minggu (9 Juni). Lebih singkat daripada masa mudik,” ujar dia.

    Tahun ini, Korlantas memprediksi kendaraan yang beroperasi saat arus mudik akan didominasi oleh bus. Angkutan bus mencapai 30 persen. Sedangkan kendaraan pribadi 28,9 persen. Sementara itu, pemudik yang menggunakan sepeda motor hanya 6,3 persen.

    Baca: Gelar Mudik Gratis 2019, Kemenhub Siapkan Dana Rp 34,5 Miliar

    Tim gabungan akan mengantisipasi kecelakaan lalu-lintas dengan pengamanan yang ketat di daerah-daerah rawan kecelakaan. Daerah rawan kecelakaan yang termasuk zona merah ialah Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 10, KM 16, dan KM 37.

    Titik rawan lain adalah Pasar Tlonjong atau Karang Sawah di Brebes, Jalan Tol Cipali KM 130 dan KM 102, Jalur Malangbong-Limbangan-Gentong. Selanjutnya, penyeberangan Merak-Bakaheuni dan jalur Ketapang-Gilimanuk juga terhitung rawan. Lebaran tahun lalu,  jumlah kecelakaan lalu-lintas saat mudik ada 368 kejadian yang merenggut nyawa 95 korban. 

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H