Saat Menteri Perhubungan Gagal Terbang Akibat Kabut Tebal

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara kunci dalam rapat kerja Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2019. Dalam pidatonya, Budi Karya menyinggung soal efektivitas tol laut. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjadi pembicara kunci dalam rapat kerja Direktorat Perhubungan Laut Kemenhub di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 8 April 2019. Dalam pidatonya, Budi Karya menyinggung soal efektivitas tol laut. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan cerita menarik mengenai pengalamannya dalam membangun konektivitas nusantara. Karena kabut tebal, dia sampai harus menggunakan perjalanan darat 7 jam.

    BACA: Luhut Jamin Bandara dan Pelabuhan Strategis Takkan Dikuasai Asing

    "Kemarin saya ke Sumatera Selatan, ke daerah Pagar Alam. Di sana itu ada tempat destinasi wisata, saat ke sana saya itu kena batunya," katanya, Kamis, 11 April 2019.

    Dia menuturkan, pada pukul 16.00 WIB sudah tidak bisa meneruskan perjalanan melalui udara karena kabut yang turun. "Saya tidak bisa terbang, baru jam 16.00 udara sudah tidak mungkin," katanya.

    Menteri Perhubungan ini pun harus memilih jalur darat selama 7 jam dari pukul 17.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB untuk mencapai Palembang. "Betapa susahnya, oleh karena itu, kementerian harus peduli dengan bandara-bandara di sana dan konektivitas di sana," ujarnya.

    Hal ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Kementerian Perhubungan harus mempersatukan NKRI melalui konektivitas. "Kemenhub tidak hanya mencapai apa yang sudah ditetapkan, tetapi juga menyampaikan bandara-bandara itu memang harus terus beroperasi," kata Menteri Perhubungan Budi Karya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.