Kemenhub Kembangkan 2 Sistem untuk Dukung Konsep Smart City

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad saat sambutan dalam acara Ngobrol @Tempo bertajuk

    Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad saat sambutan dalam acara Ngobrol @Tempo bertajuk "Being Smart with Smart City" di The Breeze BSD City, Tangerang pada Rabu,10 April 2019.(Sukarnain/TEMPO)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direkttur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan Kemenhub mengembangkan dua sistem teknologi untuk mendukung konsep smart city.

    Baca juga: Bangun Smart City, Padang Pariaman Kembangkan Kawasan Tarok

    "Kami juga bergandengan dengan teman- teman dari ITB (Institut Teknologi Bandung) untuk mengembangkan dan mendorong bagaimana sebuah kota dari aspek mobility dan transportasinya mudah dijangkau masyarakat," kata Budi dalam acara Ngobrol Tempo dengan tema Being Smart With Smart City di BSD Tangerang Selatan, Rabu 10 April 2019.

    Diskusi tersebut dihadiri Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad, Bupati Tangerang Ahmad Zaki Iskandar, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Bemyamin Davnie, dan Pelaksana Tugas Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Kemenkominfo Bambang Dwi Anggoro.

    Menurut Budi, saat ini Kemenhub sedang mengembangkan smart lighting. Dengan konsep ini, penerangan jalan sebuah kota bisa di kendalikan dari jarak jauh. "Jadi kapan mau hidupkan dan matikan bisa dikendalikan dari jarak jauh. Ini sudah kami syaratkan dalam pengadaan penerangan jalan umum, harus menggunakan smart lighting," kata Budi.

    Selain itu, Kemenhub mengembangkan Air Traffic Control System (ATCS) di kota- kota besar. Sistem ini memantau perilaku berkendara. "Banyak pengendara tidak melihat petugasnya tiba- tiba diumumkan melanggar lalu lintas. Setiap tahun ada beberapa kota yang dibantu untuk pengembangan ATCS ini," kata Budi.

    Managing Director President Office Sinarmas Land Dhony Rahajoe menambahkan, keinginan perusahaannya berperan membangun cangkang smart city sudah bulat. Caranya, perusahaan ini turut serta mengedukasi masyarakat untuk berperilaku smart. Diharapkan cara ini memunculkan komunitas 4.0 seperti di Jepang.

    "Jadi dengan adanya revolusi 4.0 sekarang ini yang membentuk pola hidup dan perilaku baru serta dibutuhkan infrastruktur yang mendukung yang cocok digunakan oleh para pelaku industri 4.0," katanya.

    Baca berita smart city lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?