Mudik Lebaran, TransNusa Yakin Masyarakat Tetap Naik Pesawat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pendaftaran mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di gedung Kemenhub, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Untuk mudik Lebaran 2019 mendatang, Kemenhub menyiapkan 1.200 unit bus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana pendaftaran mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di gedung Kemenhub, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019. Untuk mudik Lebaran 2019 mendatang, Kemenhub menyiapkan 1.200 unit bus. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Managing Director maskapai penerbangan domestik, TransNusa, Bayu Sutanto meyakini penumpang pesawat terbang pada mudik lebaran tahun ini tetap tinggi. Tren kenaikan harga tiket dalam beberapa bulan terakhir tidak akan berdampak terhadap jumlah penumpang TransNusa di musim mudik 2019. Sebab penyesuaian yang dilakukan TransNusa terhadap tarif batas bawah, hanya sekitar 5 persen, dari 30 pernah menjadi 35 persen.

    Baca: Baru 2 Hari Dibuka, Kuota Mudik Gratis di Bekasi Ludes

    Selain itu, mayoritas harga tiket di TransNusa juga masih berada di kisaran menengah, dari kisaran tarif yang ditetapkan Kementerian Perhubungan. Meski begitu, Bayu menyarankan agar calon penumpang bisa memesan tiket jauh sebelum mudik agar bisa mendapatkan harga tiket yang terjangkau.

    “Sehingga bisa kumpul bersama keluarga dengan nyaman,” kata Bayu saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

    Sampai saat ini, tren kenaikan harga tiket memang terus berlangsung. Pekan ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bakal mengevaluasi penerapan tarif tiket pesawat oleh maskapai penerbangan. Jika harga tiket pesawat masih belum seperti yang diharapkan, maka Kementerian akan memberlakukan kebijakan sub-price.

    "Saya akan mengevaluasi dalam 1 minggu ke depan, apabila masih tidak tercatat tarif-tarif yang bervariasi, sebagian yang terjangkau, maka pemerintah akan memberlakukan ketentuan yang berkaitan dengan sub price. Jadi kami terpaksa meregulasi," ujar Budi Karya di kantor IPC 2 Tanjung Priok Jakarta, Ahad, 7 April 2019.

    Lebih lanjut, Bayu menjelaskan bahwa maskapainya sudah menyiapkan tambahan 10 persen kursi untuk menghadapi lonjakan penumpang selama arus mudik lebaran 2019. “(Penambahan) khususnya di rute-rute dari dan ke Makassar (Sulawesi Selatan) serta Balikpapan (Kalimantan Timur),” ujarnya.

    Dengan adanya penambahan ini, Bayu menyebut maskapainya secara keseluruhan menyiapkan sebanyak 15.000 kursi untuk seluruh rute penerbangan pada mudik lebaran tahun ini. Dua rute penerbangan ke wilayah ini pun, kata dia, diperkirakan akan mengalami lonjakan penumpang yang lebih tinggi dibandingkan di wilayah Nusa Tenggara Timur, basis dari TransNusa selama ini.

    Dikutip dari laman resminya, transnusa.co.id, tiket pesawat dari Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur ke Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan pada 5 Mei atau Ramadhan nanti dijual seharga Rp 1,29 juta. Jika dibandingkan di situs pemesanan tiket Traveloka, harga ini masih lebih murah dibandingkan maskapai lain seperti Wings Air dengan Rp 1,34 juta dan Lion Air Rp 2,12 juta.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.