Mudik 2019, Jasa Marga Terapkan 3 Pola Pemberhentian di Rest Area

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    Pemudik dengan sepeda motor melintasi Jalan Raya Klari, Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 23 Juni 2018. Kementerian Perhubungan memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2018 gelombang kedua akan terjadi pada 23-24 Juni. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) menyiapkan skenario khusus untuk mengurai kemacetan di jalan tol selama mudik 2019. Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan pihaknya bakal memberlakukan batas waktu parkir pemudik di sekitar rest area atau tempat peristirahatan.

    Baca juga: Kota Sekitar Tol Didorong Buka Bisnis Penginapan Mudik 2019

    "Karena selama ini rest area menjadi penyumbang utama kemacetan saat mudik," kata Desi dalam pemaparannya di kantor National Traffic Management Center Koordinator Lalu Lintas Polri, MT Haryono, Jakarta, Kamis, 11 April 2019.

    Adapun Jasa Marga akan menyiapkan tiga pola untuk parkir kendaraan di rest area. Pola pertama, bila volume rest area mencapai 50 persen penuh, Perseroan bersama Korlantas Polri akan mendorong pemudik yang telah memarkir kendaraannya selama 45 menut untuk keluar dari kawasan peristirahatan.

    Selanjutnya, pola kedua, bila volume pengunjung rest area mencapai 75 persen, pengguna kendaraan yang memarkir mobilnya lebih dari 30 menit akan diminta meninggalkan kawasan. Selanjutnya, pola ketiga, jika area peristirahatan penuh 100 persen, Jasa Marga dibantu Korlantas Polri akan memberlakukan penutupan akses masuk.

    Selain memberlakukan skenario untuk kunjungan rest area, Jasa Marga memungkinkan adanya pemberlakuan jalur satu arah atau one way. Namun, kebijakan ini diterapkan sesuai dengan situasi. "Nanti bila ada arahan dari Kementerian Perhubungan dan Polri, kami akan terapkan one way. Ini sifatnya kondisional," ujarnya.

    Kementerian Perhubungan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Jabidetabek 2019 mencapai 14.901.468 orang. Angka ini setara dengan 44,1 persen dari total penduduk Jabodetabek yang berjumlah 33.759.549 orang. Dalam pemaparan Balitbang pada Selasa lalu, 9 April, rata-rata tujuan pemudik dari Jabodetabek ialah wilayah Jawa Tengah.

    Sigi itu menampilkan, sebesar 37,68 persen atau 5.615.408 orang bakal mudik ke Jawa Tengah. Sedangkan pemudik ke Jawa Barat berjumlah 24,89 persen atau 3.709.049 orang dan pemudik dengan tujuan Jawa Timur hanya 11,14 persen atau 1.660.625 orang saat Lebaran 2019.

    Pada masa mudik 2019, mayoritas masyarakat memilih menggunakan moda bus dan melalui jalur Trans-Jawa. Penumpang bus diperkirakan paling tinggi, yakni 30 persen atau 4.459.690 orang. Sedangkan pengguna mobil pribadi sebanyak 4.300.346 orang atau 28,9 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekaman 8 Menit 46 Detik Drama Kematian George Floyd

    Protes kematian George Floyd berkecamuk dari Minneapolis ke berbagai kota besar lainnya di AS. Garda Nasional dikerahkan. Trump ditandai oleh Twitter.