Ke WNI di AS, Sri Mulyani: Jangan Biarkan Siapa pun Sepelekan RI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Majalah tersebut juga mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di Asia Pasifik. Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para menteri dari negara Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara lain di kawasan tersebut.TEMPO/Tony Hartawan

    Majalah tersebut juga mengeluarkan peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di Asia Pasifik. Menkeu Sri Mulyani berhasil mengungguli para menteri dari negara Filipina, Singapura, Australia dan sejumlah negara lain di kawasan tersebut.TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, New York - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memiliki wejangan khusus bagi para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang bersekolah di New York, Amerika Serikat. Sri Mulyani meminta para anak bangsa di Negeri Abang Sam tidak menyepelekan RI. 

    Baca juga: Sri Mulyani: Indonesia Ingin Tumbuh Lebih Cepat, Tapi...

     
    "Jangan pernah membiarkan siapa pun untuk menyepelekan republik kita. Apalagi menganggap diri sendiri tidak mampu, menganggap diri kita tidak bisa maju,” ujar Sri Mulyani di depan para penerima beasiswa di New York, 10 April lalu. Pesan itu ia unggah langsung melalui akun Instagram resminya pada Kamis, 11 April.
     
    Sri Mulyani juga meminta, penerima LPDP tak merasa minder dan kalah dengan bangsa lain. Ia menyebut, kekalahan harus menjadi sebuah lecutan untuk lebih maju. 
     
    Ia mencontohkan, negara yang berhasil maju setelah terpuruk adalah Korea Selatan. Dalam ceritanya, Sri Mulyani mengatakan negara itu sangat miskin pada 1950. Dalam buku yang dibacanya, Sri Mulyani mengatakan Korea Selatan berhasil menumbangkan kompetisi konstruksi di dunia international ketika mereka membangun sebuah rig di laut dalam Timur Tengah.

    "Mereka dapat membangun dengan harga yang  jauh lebih murah dari kontraktor Amerika dan Jepang,” ujarnya. 

     
    Sri Mulyani mengatakan pencapaian yang didapat Korea Selatan itu membutuhkan upaya pengorbanan. Ia lalu menyebut bahwa LPDP adalah salah satu usaha pemerintah untuk memajukan anak bangsa dan mengejar ketertinggalan dengan negara lain. 
     
    Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu lantas menceritakan awal mula program LPDP muncul. Menurut dia, program ini diinisiasi lantaran adanya rasa kalah dengan Singapura dan Malaysia dalam sistem pendidikan. Saat bertemu dengan Menteri Keuangan Singapura dan Malaysia pada 10 tahun lalu, Sri Mulyani menanyakan mereka kedua negara itu bisa lebih maju dan mengirimkan generasi mudany amelanjutkan sekolah di luar negeri. 
     
    "Saya kemudian berpikir dan berusaha keras agar dapat menyusul mereka. Itulah salah satu titik awal lahirnya LPDP,” ucapnya. Sri Mulyani mengatakan, saat ini, negara telah mengirim 20.255 delegasinya untuk bersekolah di luar negeri. Bahkan, pada tahun ke-10, banyak universitas kesohor secara global mengajukan kerja sama dengan LPDP. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.