Janjikan Tarif Listrik Turun, Kubu Prabowo: Itu Keputusan Politik

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato politik di hadapan pendukungnya di Jambi, Kamis 14 Maret 2019. Dalam kunjungan bertajuk `Prabowo Menyapa Masyarakat Provinsi Jambi` yang dihadiri ribuan pendukung tersebut, Prabowo menyoroti sejumlah persoalan diantaranya soal tarif listrik, sembako dan harga jual hasil perkebunan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Anthony Budiawan, menyebut janji Prabowo untuk menurunkan tarif listrik dalam seratus hari pemerintahan realistis untuk dilakukan. "Ini kan cuma keputusan politik saja," ujar dia di Hotel Millenium, Jakarta, Rabu, 10 April 2019.

    Baca: TKN Jokowi: Kartu Pra Kerja Bukan Sekadar Kartu

    Menurut Anthony, keputusan menurunkan tarif listrik memang bisa membebani keuangan Perusahaan Listrik Negara atau PLN. Namun, persoalan itu akan diselesaikan dengan menambah subsidi listrik. Di samping itu, pemerintah juga akan menggenjot efisiensi perusahaan pelat merah itu agar subsidi yang digelontorkan tidak membengkak.

    "Kalau sekarang kan tarif listrik dinaikkan dengan alasan pemerintah mau mengurangi subsidi PLN, sehingga ada uang untuk infrastruktur. Sekarang rakyat miskin dibuat uangnya untuk infrastruktur. Itu kan intinya begitu," kata Anthony.

    Rencana menurunkan tarif dasar listrik, kata Anthony, digagas Prabowo setelah mendatangi konstituennya. Kebanyakan dari mereka yang menggunakan listrik dengan daya 900 VA merasa tarif yang ada sekarang memberatkan.

    "Dia kan sama dengan yang 2.200 VA dan yang 3.500 VA, kurang lebih segitu ya. Nah, untuk ini mereka itu tidak mampu, jadi akan diturunkan agar mereka mampu," tutur Anthony. Setidaknya, tarif itu akan disesuaikan seperti sebelumnya.

    Sebelumnya, Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02, menjamin tarif listrik dan harga barang yang dinilainya sangat memberatkan masyarakat saat ini akan turun di 100 hari kerja jika dia terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

    Prabowo mengaku telah mengumpulkan pakar-pakar dan meminta masukan kepada mereka terkait dengan penurunan harga-harga tersebut. Menurut Prabowo para pakar tersebut menggaransi keinginan itu bisa terealisasi dalam jangka waktu yang singkat.

    "Saya kumpulkan pakar dan bertanya kepada mereka. Bisa nggak kita turunkan harga yang terlalu berat untuk rakyat. Mereka hitung dan mereka lapor, bisa kita turunkan harga-harga," tutur Prabowo saat kampanye terbuka di Kota Manado, Sulawesi Utara, Minggu, 24 Maret 2019.

    Atas janji itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan tidak mudah untuk bisa menurunkan tarif dasar listrik. Dia mengatakan, harus ada perhitungan yang jelas jika seandainya tarif dasar listrik harus diturunkan.

    Menurut Luhut, selain ada perhitungan yang jelas, juga perlu dilihat keseimbangan harga antara produksi dengan kemampuan masyarakat. "Kalau mau turunin, bagaimana harga produksinya? Enggak bisa sesederhana itu. Jangan main harga listrik turunin," kata Luhut di kantornya saat mengelar acara Coffe Morning, Senin 8 April 2019.

    Baca: Prabowo Janji Bangun Industri Mobil yang Serap Karet Dalam Negeri

    Apalagi, Luhut melanjutkan, saat ini sumber dan produsen listrik tidak selalu bergantung pada PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN (Persero). Sudah banyak sumber energi listrik yang kini mulai banyak digunakan oleh masyarakat seperti di daerah terluar lewat panel surya.

    DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.