Palapa Ring Timur Ditargetkan Selesai Pertengahan Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembiayaan Palapa Ring Paket Timur Terpenuhi

    Pembiayaan Palapa Ring Paket Timur Terpenuhi

    TEMPO.CO, Tasikmalayaa - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan pembangunan infrastruktur jaringan Palapa Ring Timur akan selesai pada pertengahan tahun ini meskipun sempat mengalami kendala pengerjaan di wilayah Papua.

    Baca juga: Palapa Ring Timur Akan Beroperasi Juli 2019

    "Kita posisi terakhir masih 95 persen," Direktur Utama BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Latif, ketika menjawab pertanyaan mengenai perkembangan proyek tersebut, saat ditemui usai uji coba frekuensi 700 MHz di Pangandaran, Jawa Barat, Selasa malam, 9 April 2019.

    Pengerjaan proyek Palapa Ring Paket Timur, menurut Anang, sempat terkendala baku tembak di Kabupaten Nduga beberapa waktu lalu. Akibat insiden tersebut, mereka harus menghentikan pekerjaan untuk sementara waktu karena alasan keamanan.

    Pekerjaan Palapa Ring Timur juga sempat terkendala banjir bandang yang melanda Sentani beberapa waktu lalu. Menurut Anang, material yang mereka perlukan untuk pembangunan sebagian hilang karena bencana tersebut sehingga mereka harus mengadakan ulang.

    Semua paket Palapa Ring ditargetkan selesai pada Juni. Paket Palapa Ring Barat selesai pada awal 2018, sementara Palapa Ring Tengah selesai akhir 2018.

    "Seluruhnya Juni, tapi, kami ada kebutuhan untuk mengoperasikan lebih cepat," kata Anang.

    Palapa Ring Timur dibagi ke dalam dua sub-paket, sub-paket pertama banyak berada di wilayah pesisir Papua yang dihubungkan melalui jaringan kabel laut. Sub-paket kedua berada di darat, antara lain wilayah pedalaman di Papua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.