Polisi Selidiki Kecelakaan Tambang Freeport yang Tewaskan 2 Orang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tambang berjalan di tambang bawah tanah PT. Freeport Indonesia di Mimika, Timika, Papua, 14 Februari 2015. Nurhadi juga mengatakan bahwa tambang bawah tanah Grassberg mempunyai cadangan ore sebanyak 1 miliar ton. ANTARA/M Agung Rajasa

    Pekerja tambang berjalan di tambang bawah tanah PT. Freeport Indonesia di Mimika, Timika, Papua, 14 Februari 2015. Nurhadi juga mengatakan bahwa tambang bawah tanah Grassberg mempunyai cadangan ore sebanyak 1 miliar ton. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Mimika dibantu Tim Polda Papua kini tengah menyelidiki kasus kecelakaan di lokasi tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura, yang merenggut korban jiwa dua pekerjanya pekan lalu.

    Baca juga: Mimika Targetkan Penerimaan PBB dari Freeport Rp 34 M

    Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di Timika, Rabu, 10 April 2019, mengatakan kegiatan investigasi tersebut melibatkan pihak PT Freeport sendiri maupun Tim Inspeksi Tambang Kementerian ESDM. "Tim sementara sedang bekerja di Tembagapura. Investigasi dilakukan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan yang terjadi di area tambang PT Freeport pekan lalu itu," kata AKBP Agung.

    Dua pekerja PT Freeport Indonesia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (6/4) setelah tertimbun material longsor di area tambang bawah tanah Ore Bin 6, jalur pengangkut bijih, Mile 74, Tembagapura.

    Kedua korban tewas atas nama Taufiq Adnin Rasyad (40), jabatan Foreman DOZ-Ore Flow Ops dan Kawi Yanto Waroy (24) karyawan Ore Flow Support Crew.

    Korban atas nama Taufiq Adnin Rasyad diketahui bekerja di PT Freeport selama lebih dari 20 tahun, sedangkan Kawi Waroy baru bergabung ke PT Freeport sejak Juli 2017.

    Kedua korban telah dikebumikan di kampung halamannya masing-masing yaitu di Palopo, Sulawesi Selatan dan Sorong, Papua Barat.

    Juru Bicara PT Freeport Indonesia Riza Pratama mengatakan perusahaannya telah melakukan investigasi internal. "Atas insiden ini kami telah mulai melakukan investigasi internal dan telah melaporkan kepada pihak lnspektur Tambang," kata Riza.

    Manajemen Freeport terus mengingatkan seluruh karyawannya agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan di tempat kerja. Insiden longsor di area tambang bawah tanah Freeport itu terjadi saat sejumlah karyawan sedang melakukan perbaikan peralatan feeder yang mengalami kerusakan.

    Sementara proses perbaikan peralatan berlangsung, tiba-tiba material bebatuan berjatuhan dan menimpa empat orang karyawan yang sedang bekerja.

    Dua karyawan Freeport berhasil menyelamatkan diri hanya mengalami cedera ringan yaitu Meksy Kemuan dan Yohanis Yoku.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.