Plastik Indomie 19 Tahun Viral, Begini Aksi Menteri Susi

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi Bangsring, Banyuwangi. instagram.com/susipudjiastuti115

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat mengunjungi Bangsring, Banyuwangi. instagram.com/susipudjiastuti115

    Pada Senin 17 Desember 2018, Susi secara terbuka meminta meminta masyarakat segera mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik sehari-hari. Sebabnya, jika tidak segera dihentikan, sampah plastik akan terus mencemari kondisi di darat maupun di laut.

    "Plastik jelek seperti kantong plastik ini hancurnya 450 tahun. Kalau tidak segera dihentikan pada tahun 2030 jumlah sampah plastik akan lebih banyak daripada jumlah ikan," kata Susi saat mengelar konferensi pers mengenai Refleksi 2018 dan Outlook 2019, di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat.

    Tak sekali dua kali, Susi pun terus mengkampanyekan persoalan sampah plastik ini kepada masyarakat luar. Terakhir yaitu saat Ia hadir menjadi pembicara dalam pameran Deep and Extreme Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu sore, 6 April 2019. Di sana, Susi meminta para pengusaha pengisi tenant pameran tidak menggunakan plastik saat menjual produknya. "Mestinya semua yang berjualan di sini enggak pakai kantong kresek," ujar Susi.

    Susi lantas mengabsen sejumlah merek penjual produk perlengkapan outdoor ternama seperti Quick Silver dan Rip Curl. Ia menanyai satu per satu para penjaga stan merek populer tersebut apakah mereka masih menyediakan kantong plastik atau tidak saat menjajakan dagangannya.

    Lontaran pertanyaan itu disampaikan dari atas panggung sambil menunjuk ke arah stan. "Quick Silver pakai kantong kresek atau tidak? Rip Curl? Jangan pakai kantong kresek. Itulah namanya cinta sejati (dengan laut)," ujar Susi yang disambut tepuk tangan ratusan peserta diskusi.

    BACA: Lelang Kapal Diprotes Susi, Jaksa Agung: Sesuai Prosedur

    Susi lantas meminta pihak penyelenggara ekshibisi untuk lebih ketat menetapkan peraturan soal sampah plastik. Ia juga mengimbau, pada pergelaran Deep and Extreme tahun mendatang, tidak boleh ada peserta stan dan penjual produk yang menggunakan sampah plastik. Hal ini merupakan bentuk komitmen masyarakat menjaga lingkungan Indonesia dari sampah plastik.

    Menteri Susi pun meminta penyelenggara menerapkan denda bagi para pengisi stan yang menyediakan kantong plastik. Selain mengimbau pemakaian kantong plastik, ia juga meminta para peserta ekshibisi tidak membawa botol air mineral plastik.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H