Luhut Ancam Gugat Eropa ke Pengadilan Jika Negosiasi Sawit Buntu

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani kelapa sawit membawa hasil panen kelapa sawit di tengah banjir luapan Sungai Kampar di Desa Kualu Kabupaten Kampar, Riau, Ahad, 9 Desember 2018. Petani mengeluhkan banjir membuat proses panen kelapa sawit tidak maksimal karena butuh tenaga ekstra untuk membawa sawit melalui banjir. ANTARA

    Petani kelapa sawit membawa hasil panen kelapa sawit di tengah banjir luapan Sungai Kampar di Desa Kualu Kabupaten Kampar, Riau, Ahad, 9 Desember 2018. Petani mengeluhkan banjir membuat proses panen kelapa sawit tidak maksimal karena butuh tenaga ekstra untuk membawa sawit melalui banjir. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus melakukan upaya negosiasi terkait diskriminasi minyak kelapa sawit oleh Uni Eropa. Namun, jika mengalami kebuntuan di mana Delegated Regulation Supplementing Directive of The UE Renewable Energy Directive (RED) II akhirnya disetujui Parlemen Uni Eropa, pemerintah akan mengajukan gugatan ke European Court demi memperjuangkan nasib minyak kelapa sawit, khususnya petani kecil yang terkena dampak ketentuan tersebut.

    Baca: Sawit Dilarang, Luhut: RI dan Malaysia Kirim Surat ke Uni Eropa

    "Kita dengan Malaysia betul-betul ingin agar jangan sampai itu dilakukan, tentu ada negosiasi. Tapi kalau ini masih berlanjut kita mungkin pergi ke European Court, mungkin nanti ke WTO," katanya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

    Menurut Luhut, proses gugatan di European Court lebih singkat dibanding gugatan ke WTO yang memakan waktu bertahun-tahun, sehingga lebih efektif dilakukan.

    Opsi lain seperti keluar dari Perjanjian Paris (Paris Agreement), menurut Luhut, juga dipertimbangkan dalam rangka melawan tekanan Uni Eropa.

    "Opsi keluar dari Paris Agreement, kenapa tidak? Amerika saja bisa, Brasil saja bisa kok. Kenapa kita tidak bisa? Penghasil karbon ini sekarang paling banyak kan hutannya Indonesia, Brasil, sama Kolombia. Kolombia punya hutan juga besar. Jadi semua negara berkembang yang kena," katanya.

    Untuk mengantisipasi berkurangnya pasar Uni Eropa, tentu Indonesia akan menyasar pasar lain dan terus menggenjot penggunaan sawit di dalam negeri. "B20, B30, hingga nanti B100 atau green energy itu akan didorong," ujarnya.

    Pemerintah Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menyampaikan keberatan terkait diskriminasi produk minyak kelapa sawit dan turunannya kepada Uni Eropa melalui surat yang ditandatangani bersama oleh Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

    Keberatan yang disampaikan pemerintah Indonesia dan Malaysia merupakan sikap yang ditegaskan demi kepentingan petani sawit yang menggantungkan hidup mereka pada industri tersebut. Indonesia bersama Malaysia merupakan negara pemasok 85 persen produk minyak kelapa sawit dunia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.