Luhut Pandjaitan Luncurkan Program 1 Juta Nelayan Berdaulat

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan di Auditorium PTIK, Jakarta Selatan pada Selasa, 29 Januari 2019. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan meluncurkan "Program 1 Juta Nelayan Berdaulat". Program ini merupakan inisiasi dari Kementerian untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dengan memanfaatkan dukungan teknologi atau aplikasi berbasis Android.

    Baca juga: Kata Bappenas Soal Isyarat Luhut Pandjaitan Izinkan Cantrang

    "Sektor perikanan itu luar biasa kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi, tapi masih belum banyak disentuh. Program ini akan kami jadikan program unggulan atau prioritas Kementerian sebagai bagian dari dukungan menjadikan Indonesia sebagai Negara Poros Maritim Dunia," kata Luhut saat meluncurkan program tersebut di Telkom Landmark Tower, Jakarta Selatan, Senin 8 April 2019.

    Luhut mengatakan potensi maritim Indonesia mencapai angka US$ 1,3 triliun per tahun tetapi yang baru dimanfaatkan sekitar 8 persen. Karena itu, dengan adanya program ini, diharapkan potensi tersebut bisa digarap lebih banyak.

    Adapun program ini mendapat dukungan dari PT Telekomunikasi Indonesia atau Telkom sebagai salah satu BUMN dan juga Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan & Pesisir Indonesia. Rencananya program ini bakal diselenggarakan di 300 kabupaten/kota di wilayah pesisir dengan target peserta minimal 300.000 nelayan hingga akhir 2019.

    Sebagai langkah awal, Kementerian bakal mengelar sosialisasi dan pelatihan pada 13-14 April 2019 di Pelabuhan Ratu, Sukabumi dan 20-21 April 2019 di Kepulauan Sula, Maluku Utara. Para peserta nantinya akan diberikan workshop berupa sosialisasi dan pelatihan atau praktik langsung menggunakan alat atau aplikasi.

    Luhut menjelaskan nantinya, para nelayan bakal mendapat dukungan teknologi berupa aplikasi FishOn. Aplikasi ini memiliki fitur berupa pencarian ikan, pengawetan ikan, penjualan, komunikasi atau chatting, pencatatan hasil tangkapan hingga panic button untuk meminta bantuan dalam kondisi darurat.

    CEO FishOn, Fajar Widisasono mengatakan dengan memanfaatkan aplikasi ini, nelayan bisa meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut menjadi minimal sebesar 17 persen dari sebelumnya hanya sekitar 7 persen. Aplikasi ini, kata Fajar, juga memiliki fitur berupa penjualan dan manajemen gudang serta aplikasi lelang online yang menghubungkan dengan Tempat Pelelangan Ikan atau TPI.

    "Jadi selain mendapat dukungan untuk mencari ikan, nelayan juga mendapat dukungan berupa pemasaran hasil laut yang disediakan. Apalagi aplikasi ini juga menyediakan fitur seperti e-commerce," kata Fajar dalam acara yang sama yang dihadiri Luhut Pandjaitan, Senin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.