Anies Tuding Proyek LRT Bikin Banjir, Menhub Minta Data

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    Suasana pembangunan box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, tampungan air dengan ukuran 16x4 meter, dan sumur resapan di sekitar proyek Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, Kampung Melayu), Cawang, Jakarta Timur. Pembangunan dilakukan oleh kontraktor PT Waskita Karya usai terjadinya banjir di sekitar lokasi proyek pada Rabu, 3 April 2019. Sumber: Waskita Karya

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meneliti lebih jauh ihwal ucapannya bahwa banjir di Jakarta karena pembangunan LRT. Pernyataan Menhub itu merespons tudingan Anies bahwa LRT Jabodebek dan Tol Becakayu merupakan penyebab banjir di Cawang, Jakarta Timur tempo hari.

    Baca juga: Banjir Lagi, Warga Kampung Air Tagih Janji Relokasi Anies

    "Saya meminta pak Gubernur meneliti lebih jauh. Kalau mengeluarkan statement itu kan (perlu) ada buktinya," kata Budi Karya Sumadi di kantor IPC 2 Tanjung Priok, Jakarta, Ahad, 7 April 2019.

    Menurut hemat Kemenhub, perencanaan pembangunan LRT itu sudah dilakukan baik, beserta dengan penentuan titik lokasi yang baik. "Jadi kalau kita menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan data, itu kan kurang baik. Bagi saya itu akan kami klarifikasi," ujar dia.

    Sebelumnya, Anies menuding proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu sebagai penyebab banjir Jakarta di daerah Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu, 3 April 2019. Anies juga memperingatkan pihak kontraktor terkait untuk mematuhi aturan AMDAL yang telah disepakati kedua belah pihak.

    Menurut Anies, kontraktor tidak mampu menanggulangi genangan air karena hanya menyiapkan pompa mobile. Selain itu, Anies juga menemukan bahwa proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu menyebabkan tertutupnya saluran air. "Jadi salurannya itu terpotong-potong oleh pilar, lalu di bawahnya ada tudung pilar, lalu ada tiang pancang, itu volumenya besar," ujar Gubernur DKI.

    Temuan ini juga disampaikan Anies lewat akun twitternya @aniesbaswedan pada hari yang sama. "Kami temukan bahwa saluran-saluran air di sepanjang jalan tertutup oleh lumpur bekas galian dan pilar-pilar pembangunan LRT Jabodebek dan tol Becakayu. Kami minta pihak kontraktor Adhi Karya (LRT) dan Waskita Karya (Tol Becakayu) segera lakukan koreksi," tulis Anies.

    Baca: Anies Tuding LRT Bikin Banjir, Ini Jawaban Adhi Karya

    PT Adhi Karya (Persero) Tbk, kontraktor pelaksana proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek, irit bicara terkait penanganan banjir yang terjadi di sekitar proyek mereka di daerah Cawang, Jakarta Timur itu. "Sudah ada pertemuan lanjutan dengan pihak Wali Kota menindaklanjuti tinjauan Pak Gubernur," kata Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya, Kiki Syahgolang Permata saat dihubungi di Jakarta, Sabtu, 6 April 2019.

    Langkah perbaikan di proyek LRT, kata Syahgolang, juga sudah dilakukan, mulai dari penambahan pompa dan pembersihan. "Intinya sudah dilakukan langkah tindak lanjut bersama para pihak terkait, terima kasih," ujar dia.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.