Ada Long Weekend, Harga Tiket Pesawat April Naik Lagi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    Pengunjung tengah berburu tiket pada Astindo Travel Fair di Jakarta Convention Center, Jumat, 22 Februari 2019. Selain tiket pesawat murah, berbagai paket tour juga ditawarkan. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan harga tiket pesawat masih akan terjadi menjelang akhir pekan panjang pada pertengahan bulan ini, 18 hingga 21 April. Harga tiket untuk beberapa maskapai low cost carrier atau LCC bahkan tampak menyentuh tarif batas atas.

    Baca: Menhub: Baru Dua Grup Maskapai yang Turunkan Harga Tiket Pesawat

    Menurut pantauan Tempo di sejumlah online travel agent atau OTA, seperti Traveloka, Tiket.com, dan Pegipegi, harga tinggi tampak diberlakukan untuk rute-rute penerbangan favorit. Rute Jakarta-Denpasar, misalnya. Harga tiket paling murah tampak berada di angka Rp 1,2 jutaan dengan maskapai Lion Air.

    Sementara itu, tarif batas atas untuk rute Jakarta-Bali menurut Keputusan Menteri Nomor KM 72 Tahun 2019 ialah Rp 1,6 juta. Sedangkan untuk rute lain, seperti Jakarta-Yogyakarta, harga tiket dijual seharga Rp 800 ribuan. Harga itu nyaris menyentuh TBA yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 998 ribu.

    Tarif yang sama terjadi untuk perjalanan Jakarta ke Labuan Bajo, yang menjadi destinasi favorit liburan belakangan ini. Harga tiket pesawat untuk rute itu mencapai Rp 1,9 juta dengan maskapai Lion Air dan sekitar Rp 2,1 juta untuk maskapai Citilink. Smeentara itu, pemerintah menetapkan TBA di angka Rp 2,2 juta.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya mengakui ada pergerakan harga tiket pesawat dibandingkan dengan standar tarif yang berlaku tahun lalu. Pihaknya pun memastikan akan menegur maskapai yang menjual seluruh slot kursinya dengan harga tiket menyentuh tarif batas atas. Imbauan itu ia lontarkan sekaligus sebagai bahan evaluasi terhadap sepekan diberlakukannya aturan tarif tiket melalui Peraturan Menteri Nomor 20 Tahun 2019 dan Keputusan Menteri Nomor 72 Tahun 2019.

    “Karena pada dasarnya ada masyarakat yang memang mampu dengan tarif atas, ada juga (masyarakat yang kemampuannya membayar di harga-harga (tarif) bawah,” kata Budi Karya saat ditemui di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Jumat, 5 April 2019.

    Budi Karya mengatakan perusahaan operator penerbangan sebaiknya menyediakan tiket dengan skema harga yang bervariasi. Ia lantas memungkinkan adanya perubahan tarif berdasarkan subkelas bila maskapai tidak kunjung menyesuaikan harga berdasarkan standar batas bawah dan batas atas yang ditetapkan.

    “Jadi yang namanya tarif itu nanti enggak akan ada batas atas dan bawah saja, tapi kita atur subkelas walaupun tidak lazim secara internasional ya,” ujarnya. Misalnya, ada bagian slot atau seat yang dijual lebih murah. “Jadi perhitungannya, dari 100 persen, ada 70 persen (yang dijual dengan harga khusus), 50 persen (lainnya dengan harga berbeda), dan 35 persen,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.