Cara Jokowi Jaga Indramayu Sebagai Lumbung Padi Nasional

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, berkampanye di Lapangan Parkir Sport Center Indramayu, Jawa Barat, Jumat 5 April 2019. Foto: Agus Suparto

    Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo, berkampanye di Lapangan Parkir Sport Center Indramayu, Jawa Barat, Jumat 5 April 2019. Foto: Agus Suparto

    TEMPO.CO, Indramayu - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi, mengatakan akan terus menjaga status Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padinya Indonesia. Jokowi optimistis angka produksi beras di Indramayu bisa mencapai 2 juta ton setiap tahunnya akan tercapai. Selama ini produksi beras dari Indramayu mencapai 1,8-1,9 juta ton setiap tahunnya.

    Baca juga: Target Menang Indramayu 65 Persen, Jokowi: Rapatkan Barisan!

    Supaya mencapai target produksi beras, Jokowi menyatakan akan membangun Waduk Cipanas dan Waduk Sadawarna untuk mendukung Waduk Jatigede yang sudah lebih dahulu beroperasi dan mampu mengairi 62 juta hektare sawah.

    "Setelah dibangun Waduk Jatigede di Sumedang, berikutnya Waduk Cipanas untuk mengairi pertanian Indramayu bagian tengah. Lalu di bagian barat juga dibangun Waduk Sadawarna untuk mengairi lahan tadah hujan," kata Jokowi saat berkampanye di Sport Centre Indramayu, Jawa Barat, Jumat, 5 April 2019.

    Jokowi melanjutkan, "Pokoknya, Indramayu harus tetap menjadi lumbung pangan Indonesia. Kami juga sudah menyediakan alat mesin pertanian, sehingga mendatang setahun bisa dua hingga tiga kali panen."

    Rencananya, Waduk Cipanas dan Karet Kali Perawan di Kabupaten Indramayu punya multi fungsi selain bisa mengendalikan banjir, yaitu menyediakan air bersih, serta mampu mengairi 11.700 hektare sawah. Sementara, Waduk Sadawarna yang merupakan tadah hujan bisa menjadi sarana irigasi untuk 9.423 hektare di Kabupaten Indramayu dan Sumedang, sekaligus sumber air baku bagi warga sekitar.

    Dalam kesempatan itu, Jokowi tak henti-hentinya menyampaikan program tiga kartu yang berfungsi untuk menyiapkan sumber daya manusia bagi warga Indramayu. Kartu Sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok ibu-ibu bagi keluarganya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk meningkatkan kualitas pendidikan kalangan pelajar hingga bisa melanjutkan ke bangku kuliah, serta Kartu Pra-Kerja yang mampu menambah skill bagi generasi muda angkatan kerja baru.

    Berdasarkan data terakhir, KIP Kabupaten Indramayu sudah diterima oleh 164.521 siswa, dengan nilai Rp 86.847.725.000.  Lalu untuk membangun desa-desa, Kabupaten Indramayu sejak 2015 sudah menerima aliran dana desa sebesar Rp 884 miliar yang digunakan untuk membangun jalan, memperbaiki saluran irigasi, dan pemberdayaan ekonomi desa.

    Baca berita Jokowi lainnya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.