Survei Bank Indonesia : Optimisme Konsumen Tetap Terjaga

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo memberikan keterangan kepada wartawan saat Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu, 15 Agustus 2018. Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan suku bunga acuannya atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) atau 0,25 persen menjadi 5,5 persen. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Survei Konsumen Bank Indonesia pada Maret 2019 menunjukkan bahwa optimisme konsumen tetap terjaga. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko mengatakan, hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK Maret 2019 yang tetap berada pada level optimis di atas 100, yaitu sebesar 124,5.

    Baca juga: BI: Penggunaan Uang Elektronik Tumbuh 66,6 Persen

    "Optimisme konsumen yang tetap terjaga ditopang oleh persepsi konsumen terhadap kondisi saat ini yang tetap kuat dan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi pada enam bulan mendatang yang tetap tinggi," kata Onny dalam keterangan tertulis, Jumat, 5 April 2019.

    Onny mengatakan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) ditopang oleh persepsi terhadap penghasilan saat ini yang membaik. Sementara itu, kata dia, Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi atau IEK tetap tinggi didukung oleh perkiraan konsumen terhadap kegiatan usaha pada enam bulan mendatang akan membaik.

    "Meskipun tetap pada level optimis, IKE dan IEK lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya," kata Onny.

    Menurut Onny, hasil survei juga mengindikasikan bahwa tekanan kenaikan harga diperkirakan meningkat dalam tiga bulan mendatang atau Juni 2019. Hal ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan permintaan barang dan jasa saat periode Idul Fitri.

    Sementara itu, menurut Onny, tekanan harga dalam enam bulan atau September 2019 mendatang diperkirakan menurun. "Hal itu didukung oleh persepsi konsumen terhadap terjaganya pasokan barang konsumsi rumah tangga dan semakin lancarnya distribusi barang," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.