Pemilu, PT KAI Antisipasi Lonjakan Penumpang

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka penjualan tiket kereta api untuk angkutan lebaran 2019/1440 H mulai pada Senin, 25 Februari 2019 hingga 18 Maret 2019 dengan jadwal keberangkatan jadwal keberangkatan 26 Mei 2019 sampai 16 Juni 2019 atau (H-10) sampai (H+10). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah calon penumpang saat melakukan pemesanan tiket kereta api mudik lebaran 2019 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 25 Februari 2019. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah membuka penjualan tiket kereta api untuk angkutan lebaran 2019/1440 H mulai pada Senin, 25 Februari 2019 hingga 18 Maret 2019 dengan jadwal keberangkatan jadwal keberangkatan 26 Mei 2019 sampai 16 Juni 2019 atau (H-10) sampai (H+10). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro menyatakan bahwa PT Kereta Api akan terus mengawasi lonjakan penumpang menjelang hari pencoblosan Pemilu serentak tanggal 17 April 2019 mendatang. “Kita antisipasi saja, karena bisa jadi orang itu nyoblosnya enggak di kota asal, tapi mendekati tanggal 17 April, tiba-tiba permintaan meningkat,” kata dia di Bandung, Jumat, 5 April 2019.

    Baca: KRL Sering Terganggu, PT KAI Diminta Bentuk Satgas Cuaca Ekstrem

    Edi mengatakan, seluruh Direksi PT KAI diminta piket hingga menjelang tanggal pencoblosan Pemilu serentak. “Dari hari ini, Direksi semua piket. Karena kita mengantisipasi manakala ada lonjakan penumpang,” kata dia.

    Edi mengakui, PT Kereta Api belum memutuskan ada tidaknya penambahan kereta mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang menjelang hari pencoblosan Pemilu 2019. “Sejauh ini belum direncanakan ada tambahan dari (kereta) reguler ini,” kata dia.

    Pantauan KAI, hingga saat ini belum terlihat lonjakan penumpang.  “Dari data yang kita lihat, belum ada pergerakan yang signifikan. Tapi kita antisipasi saja,” kata Edi.

    Menurut Edi, rata-rata pergerakan penumpang kereta jarak jauh masih berkisar 13 ribu orang per hari. “Keberangkatan belum meningkat. Masih berkisar 13 ribuan. Stasiun Gambir juga belum ada peningkatan signifikan. Tapi kita terus mengawasi,” kata dia.

    Direktur Komersial PT KAI, Dody Budiawan, mengatakan, ada kemungkinan terjadi lonjakan penumpang karena hari pencoblosan berdekatan dengan hari Libur. “Kebetulan pada hari Pemilu hari libur. Dan ada lagi hari libur pada Jumat, jadi long weekend. Kita mengantisipasi long weekend juga di situ,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.