Promo Tiket ke Danau Toba Rp 200 Ribu, AirAsia Dipuji Menteri

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan Danau Toba bagian barat. TEMPO | Iil Askar Mondza

    Pemandangan Danau Toba bagian barat. TEMPO | Iil Askar Mondza

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi terobosan maskapai penerbangan AirAsia yang memberikan tarif promosi  untuk penerbangan reguler dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Malaysia menuju Bandara Internasional Silangit, Siborongborong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

    BACA: Luhut Desak Maskapai Turunkan Harga Tiket Pesawat per April

    "Pada  Mei-Agustus, AirAsia memberikan tarif penerbangan murah, hanya berkisar Rp200.000 sekali terbang. Ini harus disambut baik karena promosi-promosi seperti ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing ke kawasan Danau Toba," kata Arief Yahya di Parapat, Sumatera Utara, Jumat 5 April 2019.

    Arief menilai, harga tiket penerbangan AirAsia Kuala Lumpur-Silangit dan sebaliknya Rp200.000 untuk sekali terbang, jauh lebih murah dibandingkan penerbangan lokal.

    Menurut Arief, saat ini jumlah penerbangan ke Bandara Silangit berjumlah 4-5 maskapai. Ia berharap ke depan semakin banyak penerbangan internasional yang masuk ke Silangit. "Sehingga makin besar kapasitas kapasitas kita untuk mendatangkan turis asing ke Sumatera Utara," ujar Arief.

    Namun Arief mengakui, berbagai infrastruktur, fasilitas di Bandara Silangit dan tempat-tempat wisata sekitar Danau Toba harus ditingkatkan.

    Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo menyambut positif promo penerbangan Kuala Lumpur-Silangit karena saat ini jumlah wisatawan asing yang melancong ke Danau Toba cukup banyak yang berasal dari Malaysia. Untuk menunjang kenyamanan turis Malaysia di kawasan Danau Toba perlu perhatian serius untuk beberapa aspek, misalnya ketersediaan kuliner halal serta fasilitas ibadah di hotel-hotel.

    BACA: Garuda Indonesia Berikan Diskon Tiket Pesawat Hingga 50 Persen

    "Makanya kita bicara mengenai halal food, itu kritik ya, hanya perlu certified saja karena selama ini penjual di Danau Toba tidak berani pasang label halal, saya lihat satu itu sudah pasang bagus. Makanannya oke, diterima buat mereka. Harganya ditulis juga, jadi no surprise tiba-tiba bill berapa," kata Arie.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.