Anies Sebut Tol Becakayu Pemicu Banjir, Begini Respons Waskita

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan tol Becakayu di kawasan Kalimalang, Jakarta, 5 April 2018. Tol Becakayu terdiri atas dua seksi yaitu Seksi I Kasablanka-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah menyelesaikan pembangunan tol Becakayu di kawasan Kalimalang, Jakarta, 5 April 2018. Tol Becakayu terdiri atas dua seksi yaitu Seksi I Kasablanka-Jakasampurna sepanjang 11 kilometer dan Seksi II Jakasampurna-Duren Jaya sepanjang 10,04 kilometer. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan tak hanya proyek Light Rail Transit atau LRT Jabodebek, tapi juga proyek tol Becakayu sebagai penyebab banjir di daerah Cawang, Jakarta Timur. Hal ini disampaikan Anies setelah terjun langsung mengecek lokasi pengerjaan proyek.

    Baca: Anies Tuding Proyek LRT Timbulkan Banjir, Adhi Karya Tambah Pompa

    PT Waskita Karya (Persero) Tbk. sebagai kontraktor pelaksana dari Tol Becakayu (Bekasi, Cawang, dan Kampung Melayu) menyatakan pihaknya sudah memasang Box culvert 2x2 meter di sepanjang sisi barat Jalan D.I. Panjaitan, Jakarta Timur untuk menanggulangi banjir. Selain itu, dibangun pula tampungan air dengan ukuran 16x4 meter untuk dibuang ke cross drain Sungai Ciliwung.

    "Serta saat ini telah dimulai pembangunan sumur resapan," kata Senior Vice President Corporate Secretary, Waskita Karya, Shastia Hadiarti saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 5 April 2019. Kontraktor pelat merah ini juga telah membangun sejumlah fasilitas untuk mengantisipasi banjir di sekitar proyek.

    Terkait proyek LRT Jabodebek, manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk. segera merespons pernyataan Anies dengan menambah pompa resapan air. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya, Ki Syahgolang Permata, mengatakan tinjauan Gubernur ke lapangan menjadi masukan yang baik bagi Adhi Karya. "Kami telah menindaklanjuti dengan penambahan jumlah pompa dari yang eksisting,” kata dia saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 4 April 2019.

    Banjir ini lalu menjadi evaluasi bagi Adhi Karya ke depannya. Menurut Syahgolang, koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sumber Daya Air, Pemerintah Provinsi DKI, juga telah dilakukan. “Tentunya ke depan akan kami tingkatkan lagi, terima kasih."

    Sebelumnya Anies memperingatkan pihak kontraktor terkait untuk mematuhi aturan AMDAL yang telah disepakati kedua belah pihak. Anies mengatakan, kontraktor tidak mampu menanggulangi genangan air karena hanya menyiapkan pompa mobile.  

    Akibatnya, Dinas SDA DKI Jakarta pun perlu turun untuk ikut menanggulangi genangan yang ditimbulkan. "Saya minta Adhi Karya untuk lebih cepat di dalam mengantisipasi. Ini semua ada di AMDAL. Ketika menyusun AMDAL, itu ada kewajiban-kewajiban untuk mereka menyiapkan semua instrumen pencegah banjir," ujar Anies, Kamis, 4 April 2019.

    Selain Adhi Karya, Anies mengatakan pihaknya juga akan meminta kepada Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol Becakayu untuk menyiapkan instrumen pencegahan genangan air.

    Baca: Bangun Pasar Ikan, Ini Permintaan Susi Pudjiastuti ke Anies

    Selain itu, ditemukan juga bahwa proyek LRT Jabodebek dan Tol Becakayu menyebabkan tertutupnya saluran air. Pihak kontraktor pun dituding tidak menyiapkan saluran air pengganti. "Jadi salurannya itu terpotong-potong oleh pilar, lalu di bawahnya ada tudung pilar, lalu ada tiang pancang, itu volumenya besar," ucap Anies.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).