Pesawat Gagal Terbang, Kubu Prabowo Temui Kementerian Perhubungan

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad, 31 Maret 2019.  Prabowo sempat terbatuk-batuk saat mengawali pidatonya, ia menyebut suaranya habis karena terlalu bersemangat saat debat capres Sabtu malam, 30 Maret 2019. ANTARA/Umarul Faruq

    Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad, 31 Maret 2019. Prabowo sempat terbatuk-batuk saat mengawali pidatonya, ia menyebut suaranya habis karena terlalu bersemangat saat debat capres Sabtu malam, 30 Maret 2019. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.CO, Jakarta - Insiden pesawat calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang gagal terbang ke Purwokerto kemarin berbuntut panjang. Direktur Utama Airnav Novie Riyanto mengatakan telah terjadi pertemuan antara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Airnav, dan tim Prabowo.

    Baca: Tersinggung dengan Prabowo, Sopir: Ojek Online Pekerjaan Halal

    Pertemuan digelar sesaat setelah insiden gagal terbang terjadi. Namun, saat ini, Novie mengatakan pihaknya belum mengetahui jelas hasil dari perjumpaan pihak-pihak terkait itu. "Saya belum dapat laporan. Karena saya enggak berwewenang untuk ngomong," ujarnya ketika dihubungi, Jumat, 5 April 2019.

    Sementara itu, tim internal Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menyatakan bakal menggelar investigasi mendalam terkait masalah gagal terbang atau abort to take off yang dialami Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma yang terjadi Senin lalu. Juru bicara BPN, Andre Rosiade, mengatakan investigasi akan dilakukan oleh tim internal dan pihak terkait. 

    "Kami, tim BPN, bergerak menelusuri ke Departemen Perhubungan (Kementerian Perhubungan) dan juga TNI AU. Tunggu saja," ujar Andre saat dihubungi.

    Investigasi dilakukan untuk mencari tahu penyebab utuh pesawat yang ditunggangi calon presiden usungan BPN itu gagal terbang. Tim juga ingin memperoleh penjelasan secara gamblang tentang peristiwa yang sebenarnya terjadi.

    Pesawat yang ditumpangi Prabowo menuju Purwokerto sebelumnya dikabarkan batal terbang karena diduga ada tiga jet tempur berada di ujung landasan pacu atau runway. Mantan Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo dalam cuitannya di Twitter-nya menuding jet tempur itu menghambat pesawat Prabowo.

    Belakangan, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Novyan Samyoga membantah bahwa pesawat yang ditumpangi capres nomor urut 02 itu sengaja dihambat. Samyoga mengatakan pesawat Prabowo batal mengudara lantaran ada pesawat lain, yakni CN235, yang belum berbelok.

    "Jadi abort-nya 9HNYC karena masalah safety dan tidak ada masalah sama sekali dengan Sukhoi," kata Samyoga dalam keterangan tertulis kemarin, Kamis, 4 April 2019. Menurut Samyoga, abort to take off dilakukan oleh petugas senior Air Traffic Control. Sedangkan yang memberi izin pesawat Prabowo bersiap take off adalah petugas ATC junior.

    Novie mengatakan peristiwa yang terjadi saat itu murni telah berpatokan pada standar keselamatan. "Yang dilakukan ATC sudah benar. Kalau kami melayani nomor satu itu safety. Safety kepada semua," ujarnya.

    Baca: Prabowo tentang Ekonomi Rakyat Pas-pasan, Ini Data Credit Suisse

    Ihwal gelaran investigasi, pemerintah masih enggan buka suara soal rencana investigasi kubu Prabowo yang bakal melibatkan Kementerian Perhubungan. Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Hari Budianto mengatakan pihaknya masih akan merembuk secara internal. "Izin, nanti kami koordinasikan lebih lanjut ya," ujarnya dalam pesan pendek.

    BUDIARTI PUTRI UTAMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.