JNE Datangkan Robot Penyortir Paket, Bagaimana Nasib Karyawan?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Bandung - Perusahaan jasa pengiriman dan logistik, JNE, akan segera mendatangkan robot penyortir barang atau Automatic Sorting Center. Robot yang mampu menyortir hingga 1 juta barang per detik ini rencananya akan datang di JNE  pertengahan tahun 2019.

    Simak: BIJB Buka Bisnis Kargo Domestik di Bandara Kertajati Bulan Depan

    "Automatic Sorting Center itu untuk bisa menampung paket dalam hitungan detik 1 juta kiriman perdetik, jadi dia otomatis sortir, barang mana yang masuk otomatis di sortir,” kata Deputy Director e-Commerce & Partnership JNE, Mayland Hendar Prasetyo di Bandung, Kamis 4 April 2019.

    Menurut Mayland, nilai investasi untuk mengimpor robot tersebut mencapai Rp 1 triliun. Robot sortir ini akan mendukung kinerja pengiriman JNE di Mega Hub yang kini mampu melayani hingga 1 juta kiriman per hari atau 48 ribu kiriman per jam.

    Saat ini, pihak JNE sudah menyiapkan sistem yang akan diterapkan pada robot penyortir perusahaan pengiriman logistik ini.Dengan demikian, setibanya robot tersebut di Mega Hub Cengkareng, JNE dapat segera menguji robot tersebut.

    Saat ini, kata Mayland, progress perampungan IMB Mega Hub Cengkareng, di mana robot tersebut akan beroperasi, sedang berlangsung. 

    Sehubungan dengan kedatangan robot penyortir paket yang menggantikan tenaga manusia ini, manajemen JNE memastikan tidak akan mengurangi karyawannya. Justru, dengan efisiensi pengerjaan sortir, petugas yang semula bertugas sortir paket, nantinya akan dirotasi ke gudang yang belum terlayani oleh robot ini.

    "Secara pengurangan karyawan, JNE dipastikan tidak ada, tapi efisiensi cost ada,” kata Mayland.

    BISNIS.COM 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Animal Crossing dan 9 Aplikasi Makin Dicari Saat Wabah Covid-19

    Situs Glimpse melansir peningkatan minat terkait aplikasi selama wabah Covid-19. Salah satu peningkatan pesat terjadi pada pencarian Animal Crossing.