Garuda Mendarat Darurat di Kolombo, CEO: Daripada Berisiko

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari Askhara saat menunjukkan contoh layanan virtual reality di atas kabin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ari Askhara saat menunjukkan contoh layanan virtual reality di atas kabin di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 26 Januari 2019. TEMPO/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara angkat bicara soal salah satu pesawat milik perusahaan yang mendarat darurat di Sri Lanka, Kolombo, pada Selasa lalu, 2 April 2019. 

    Baca: Garuda Akan Datangkan 14 Airbus Jenis A330 Seri 900 Neo

    Pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Jeddah tipe Airbus 330 Nomor Penerbangan GA 972 yang mendarat darurat di Bandara Internasional Sri Lanka, Kolombo itu mengangkut 338 penumpang.

    Atas kejadian ini, Ari Askhara memastikan bahwa pendaratan darurat itu terjadi karena komponen modul cabin pressure controller mengalami malfungsi. "Daripada berisiko, pilot mendaratkan (pesawat Garuda) di Kolombo (Sri Lanka). Asap yang disebut adalah embun yang terjadi dari perbedaan tekanan," katanya dalam keterangan yang diperoleh dari aplikasi pesan, Rabu, 3 April 2019.

    Ari menjelaskan, pesawat pengganti sudah diterbangkan ke Kolombo untuk mengambil penumpang dan melanjutkan penerbangan ke Jeddah, Arab Saudi. "Kami Garuda Indonesia telah memulai campaign Zero Tolerance on Safety sejak 1 Oktober 2018, sehingga sedikit saja sign yang irregular pasti kami setop/return/or landed," katanya.

    Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan bahwa pesawat Garuda harus mendarat darurat karena tekanan udara di dalam kabin berkurang. “Pesawat harus mendarat di Kolombo karena tekanan kabin berkurang,” ucapnya.

    Ikhsan menjelaskan bahwa saat ini pesawat pengganti telah diterbangkan menuju Kolombo dari Denpasar pukul 12.30. Sementara itu, penumpang diinapkan di Kolombo selagi menunggu pesawat pengganti.

    “Untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang, pilot memutuskan mendarat di Kolombo dan ganti pesawat. Semua penumpang aman dan akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah,” kata Ikhsan.

    Baca: Pembaruan Software Boeing Molor, Garuda Indonesia Siapkan Langkah

    Pesawat berbadan besar tersebut membawa total 338 penumpang. Pihak Bandara Kolombo sempat menyiapkan truk pemadam kebakaran dan ambulans menjelang pendaratan darurat pesawat Garuda tersebut. Saat ini masih dilakukan investigasi terkait insiden tersebut.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Umumkkan 9 Partai yang Lolos ke Parlemen dalam Pemilu 2019

    Komisi Pemilihan Umum menyatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan anggota legislatif di pemilu 2019.