FAA Luncurkan Kajian Teranyar soal Keselamatan Boeing 737 Max

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Badan Penerbangan Federal AS atau FAA mengatakan pihaknya akan meluncurkan tinjauan baru tentang keselamatan Boeing 737 Max yang dipimpin oleh seorang pejabat tinggi keselamatan resmi AS.

    Baca: Rugi USD 3 Juta Sebulan, Garuda Minta Kompensasi ke Boeing

    FAA, seperti dilansir dari Reuters, mengatakan pihaknya akan membentuk Tinjauan Teknis Otoritas Gabungan untuk memastikan keamanan Boeing 737 MAX dan meneliti perangkat lunak anti-stall yang diduga menjadi penyebab dua kecelakaan fatal.

    Tinjauan ini akan dipimpin oleh mantan ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Christopher Hart dan terdiri dari tim ahli dari FAA, NASA, dan otoritas penerbangan internasional. FAA tidak segera mengungkapkan siapa yang ambil bagian, namun juru bicara pemerintah Kanada mengatakan Kanada akan bergabung.

    Lebih dari 300 pesawat Boeing 737 Max telah dilarang terbang di seluruh dunia setelah dua kecelakaan fatah pada Oktober lalu di Indonesia dan bulan lalu di Ethiopia, yang menewaskan hampir 350 orang. FAA mengatakan tim tersebut akan melakukan tinjauan komprehensif sertifikasi sistem kontrol penerbangan otomatis pada pesawat Boeing 737 Max.

    Selain itu, FAA juga akan mengevaluasi aspek-aspek sistem kontrol penerbangan otomatis 737 Max, termasuk interaksi desain dan pilotnya dengan sistem. "Untuk menentukan kepatuhannya terhadap semua peraturan yang berlaku dan untuk mengidentifikasi peningkatan di masa depan yang mungkin diperlukan," ungkap FAA dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters, Rabu, 3 April 2019.

    Seorang pejabat FAA mengatakan peninjauan itu tidak tergantung pada jadwal agensi untuk memutuskan kapan akan mengijinkan 737 Max terbang kembali. Sementara itu, Boeing belum berkomentar mengenai hal ini.

    Peninjauan kembali dilakukan dua hari setelah FAA dan Boeing mengisyaratkan bahwa pesawat 737 Max mungkin akan dilarang terbang lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Boeing mengatakan pekan lalu bahwa mereka memprogram ulang perangkat lunak pada pesawat untuk mencegah data yang salah memicu sistem anti-stall.

    Produsen pesawat terbesar di dunia itu mengatakan sistem anti-stall, yang diyakini telah berulang kali mendorong hidung bagian bawah pesawat dalam kecelakaan pesawat Lion Air, akan diubah hingga hanya melakukannya satu kali setelah merasakan masalah. Boeing mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya akan mengirimkan pemutakhiran perangkat lunak ke FAA dalam beberapa pekan mendatang.

    Pada hari Selasa, Komite Perdagangan Senat AS mengatakan sedang menyelidiki klaim oleh sejumlah pelapor bahwa inspektur keselamatan penerbangan, termasuk beberapa yang bekerja untuk mengevaluasi Boeing 737 Max, tidak terlatih atau bersertifikat dengan baik.

    Jaksa federal yang dibantu oleh FBI, kantor inspektur jenderal Departemen Transportasi dan panel pita biru dari Menteri Transportasi Elaine Chao juga meninjau sertifikasi pesawat. FAA selama beberapa dekade telah mendelegasikan beberapa tugas sertifikasi kepada Boeing dan produsen lain.

    Baca: Pembaruan Software Boeing Molor, Garuda Indonesia Siapkan Langkah

    Perwakilan Peter DeFazio, yang mengetuai Komite Transportasi dan Infrastruktur DPR, dan Perwakilan Rick Larsen memuji tinjauan baru tersebut. "Mengingat banyak pertanyaan serius seputar Boeing 737 Max dan proses sertifikasi FAA, sangat jelas bahwa sebuah badan independen harus dapat meninjau setiap langkah proses dan membantu memulihkan kepercayaan publik sebelum pesawat 737 Max diizinkan terbang kembali," kata DeFazio dalam sebuah pernyataan.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.