Jokowi Ajak Petani Tinggalkan Cara Lama Proses Pengeringan Padi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomer urut 01 Jokowi berorasi pada kampanye terbuka di Palembang Sport and Convention Center,Sumsel, Selasa, 2 April 2019.  ANTARA/Feny Selly

    Calon Presiden nomer urut 01 Jokowi berorasi pada kampanye terbuka di Palembang Sport and Convention Center,Sumsel, Selasa, 2 April 2019. ANTARA/Feny Selly

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengajak para petani beralih menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian. Salah satunya ialah mengenai proses pengeringan padi yang menurut pengamatannya tidak mengalami perubahan sejak puluhan tahun lalu.

    BACA: Video Viral Kepala Desa di Bogor Ajak Pilih Jokowi, Begini Isinya

    "Ini kan kita sudah bertahun-tahun yang namanya menjemur padi di jalan atau di pelataran. Ini sudah berpuluh-puluh tahun. Masa enggak ingin berubah?" kata Jokowi dalam siaran tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Rabu, 3 April 2019.

    Jokowi mengatakan, pemerintah berencana untuk menjembatani para pelaku usaha tani dengan pihak perbankan agar memperoleh fasilitas pembiayaan yang meringankan bagi upaya modernisasi industri pertanian itu. Rencana itu disampaikan Jokowi dalam silaturahmi dengan Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan serta Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) se-Jawa Tengah.

    BACA: Survei Indikator: Elektabilitas Jokowi Unggul, Tapi Belum Aman

    "Nanti akan saya atur setelah 17 April untuk bertemu dengan bank agar ada pinjaman bank sehingga seluruh penggilingan padi ini memiliki dryer. Ini penting sekali," katanya.

    Menurut Jokowi, persoalan memodernisasi proses pengeringan ini merupakan suatu hal yang krusial. Musim panen yang sering kali bertepatan dengan musim hujan menyebabkan turunnya kualitas gabah karena tingginya kadar air. Imbasnya harga jual gabah atau beras petani juga mengalami penurunan. Tak hanya padi, Jokowi menilai bahwa jagung juga ikut bermasalah. "Kualitasnya turun gara-gara hanya dijemur, tidak masuk ke dryer. Ini sudah kita alami bertahun-tahun masak kita teruskan?" tuturnya.

    Bagi petani dalam sistem pertanian konvensional, masa-masa panen saat musim hujan akan menjadi persoalan tersendiri yang akan terus berlarut apabila tidak segera melakukan upaya modernisasi. Apalagi, gabah yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan mudah rusak dan menurunkan mutu hasil panen.

    Tak hanya itu, Jokowi juga mendorong para pelaku usaha tani untuk dapat memberikan nilai tambah bagi hasil panennya. Salah satunya dengan melakukan pengemasan produk-produk pertanian, sehingga dapat langsung dipasarkan sendiri tanpa harus melewati rantai perdagangan yang cukup panjang.

    "Kalau bisa yang namanya penggilingan padi itu sudah ada mesin pengemasannya. Penting sekali sehingga keluar dari mesin itu sudah dalam bentuk kemasan-kemasan yang siap dijual atau dipakai sendiri," ujar mantan Wali Kota Solo itu.

    Karena itu, saat bertemu dengan para pelaku usaha tani, Kementerian Pertanian, dan pihak perbankan di Istana dalam beberapa waktu mendatang, Jokowi mengatakan akan berupaya mencari solusi bagi upaya modernisasi pertanian tersebut beserta pembiayaannya. "Kita temukan semua di Istana. Kalau ketemu kan solusinya nanti menjadi jelas," ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.