Tahun Ini Dua Pos Lintas Batas Negara Dibangun di Kaltara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung berarsitektural rumah Mau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw tahap II di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, 14 November 2017. Pembangunan yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) ini terinspirasi dari rumah Mau yang merupakan rumah adat suku Tobati. TEMPO/ Nita Dian

    Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung berarsitektural rumah Mau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw tahap II di Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua, 14 November 2017. Pembangunan yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) ini terinspirasi dari rumah Mau yang merupakan rumah adat suku Tobati. TEMPO/ Nita Dian

    TEMPO.CO, Nunukan - Pembangunan Pos Lintas Batas Negara atau PLBN di Kalimantan Utara segera dimulai. Untuk tahun ini, akan dibangun dua PLBN di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.

    BACA: Jokowi Kunjungi Lokasi Rencana Pembangunan Pos Lintas Batas Sota

    Bupati Nunukan Asmin Laura mengatakan PLBN tersebut akan dibangun di kawasan Long Midang, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. "Wilayah itu berbatasan langsung dengan Bakelalan, Malaysia," kata dia saat ditemui di Krayan, Rabu, 3 April 2019.

    Selama ini, kata Laura, belum ada PLBN yang tersedia di wilayahnya. Karena itu, warga yang hendak menyeberang ke negara tetangga masih menggunakan jalur tradisional.

    Laura mengatakan pembangunan PLBN itu merupakan program pemerintah pusat yang dituangkan dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan 11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan. Anggarannya pun menggunakan APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    Menurut Laura, PLBN yang dibangun bakal memperlihatkan kekhasan budaya Krayan, diantaranya adalah simbol suku Dayak dan buaya. Selain fungsi utamanya sebagai pos pemeriksaan, ia mengatakan PLBN akan menjadi destinasi wisata dan pusat ekonomi. "Makanya akan dibangun juga semi cottage, tamu yang datang bisa sambil stay," ujarnya.

    Meski pembangunan ini merupakan program pemerintah pusat, Laura mengatakan pemda juga berupaya mempersiapkan masyarakatnya setelah PLBN hadir. "Masyarakat Krayan harus lebih siap," ujarnya.

    Misalnya, kata Laura, dengan menyiapkan produk-produk berkualitas yang bisa dijual ke negara tetangga. Sekaligus persiapan untuk menerima wisatawan hadir ke Krayan.

    BACA: Jokowi: Pos Lintas Batas Negara Sekarang Sudah Membanggakan

    Laura pun menyinggung sejumlah potensi wisata di Krayan. Diantaranya adalah tempat pembuatan garam gunung dan peninggalan buaya tanah suku Dayak. "Kami perlu menyiapkan SDM kami juga," kata dia.

    Adapun satu Pos Lintas Batas Negara lain yang akan dibangun adalah PLBN Sei Pancang, Sebatik. Kawasan itu berbatasan langsung dengan Tawau, Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.