Pesawat Garuda Indonesia Mendarat Darurat di Kolombo

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Interior pesawat baru Airbus A330-300 di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    Interior pesawat baru Airbus A330-300 di hanggar Garuda Maintenance Facility, Cengkareng, Tangerang, 1 Februari 2016. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat dari maskapai Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA 972 rute Banda Aceh-Jeddah mendarat darurat di Kolombo, Sri Lanka, Selasa tengah malam, 2 April 2019. Pilot penerbang pesawat itu mendaratkan pesawatnya yang berjenis Airbus A330 pukul 16.15 UTC atau sekitar pukul 23.45 waktu setempat.

    Baca: Menhub: Baru Dua Grup Maskapai yang Turunkan Harga Tiket Pesawat

    "Pesawat mendarat secara mendadak karena tekanan di kabin berkurang," ujar VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dihubungi Tempo pada Rabu, 3 April 2019.

    Sedianya, pesawat akan tiba di Jeddah pukul 21.50 UTC. Namun, dalam perjalanannya, pilot memutuskan pendaratan darurat untuk alasan keselamatan dan kenyamanan penumpang. Iksan memastikan seluruh penumpang dalam pesawat beserta kru dalam keadaan baik.

    Iksan menyebut, pesawat pelat merah yang terbang dari Banda Aceh pukul 20.20 WIB ini membawa 338 orang penumpang beserta kru pesawat. Adapun seluruh penumpang di dalam pesawat merupakan jemaah umrah.

    Setelah mendarat mendadak, Garuda Indonesia menyediakan fasilitas hotel bagi penumpang. Setelah menginap semalam, Garuda Indonesia menyediakan pesawat pengganti yang akan mengantarkan penumpang terbang menuju Jeddah.

    Baca: Pembaruan Software Boeing Molor, Garuda Indonesia Siapkan Langkah

    "Saat ini, pesawat pengganti berangkat dari Bali," ucap Iksan. Pesawat pengganti Garuda Indonesia ini telah berangkat pukul 12.30 WITA dari Bandara Internasional Ngurah Rai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?