Pembangunan Konstruksi PLTA Sungai Kayan Dimulai Tahun Ini

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pembangkit Listrik

    Ilustrasi Pembangkit Listrik

    TEMPO.CO, Tanjung Selor - Pembangkit Listrik Tenaga Air atau PLTA Sungai Kayan tahap pertama di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara akan mulai dibangun tahun ini. Pembangunan konstruksi bendungan diperkirakan bakal dimulai Mei mendatang.

    Simak: PUPR Diminta Evaluasi Infrastruktur yang Tak Berdampak Ekonomi

    Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, mengatakan pihaknya sudah menandatangani kontrak pengerjaan konstruksi PLTA tersebut sejak 31 Oktober 2018. Adapun pembangunan PLTA Sungai Kayan itu sendiri akan dilakukan dalam lima tahap.

    Proyek tahap pertama yang akan segera dimulai adalah PLTA Kayan 1, yang bakal menghasilkan listrik 900 Megawatt (MW). "Empat sampai lima tahun lagi selesai," kata Irianto di kantornya pada Senin, 1 April 2019.

    Setelah tahap pertama, selanjutnya akan dibangun secara bertahap sampai lima bendungan. Irianto mengatakan, setelah selesai, PLTA tersebut bakal menghasilkan suplai listrik sekitar 9.000 megawatt. Listrik yang dihasilkan tersebut akan disalurkan ke kawasan industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning.

    Adapun pembangunan PLTA ini akan dilaksanakan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE). Perusahaan swasta itu bekerjasama dengan Powerchina International Group Limited dari Cina. Powerchina adalah perusahaan yang membangun PLTA terbesar di Cina, PLTA Three Gorges Dam. Nilai investasinya mencapai Rp 250-300 triliun.

    Saat ini, pemerintah daerah sedang menyelesaikan tahapan pembayaran pembebasan lahan warga. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi mulai bulan depan. KHE sudah mengantongi izin pembangunan PLTA tersebut.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.