Bank Indonesia Ajak Pelaku UMKM Mengenal Pembayaran Digital

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    Ilustrasi belanja online / e-commerce. freepik.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta -Kantor Perwakilan Bank Indonesia atau BI Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar forum UMKM Jogja Go Digital mulai Senin hingga Selasa, 1-2 April 2019 yang dipusatkan di Sheraton Hotel Yogyakarta.

    BACA: Kartu Multi Trip MRT Masih Tunggu Izin dari BI

    Acara yang mengusung tema Capacity Building UMKM to E-commerce, E-financing dan E-payment itu menjadi wadah bagi usaha mikro kecil menengah atau UMKM Yogyakarta untuk mengenal akses pemasaran elektronik (e-commerce), akses permodalan elektronik (e-financing) dan pembayaran elektronik secara non-tunai (e-payment).

    “Selama dua hari kami ajak para peserta UMKM mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital,” ujar Deputi Kantor Perwakilan BI DIY Sri Fitriani Senin 1 April 2019.

    BACA: BI Yakin Indonesia Aman dari Dampak Krisis di Turki dan Argentina

    Sri menuturkan selain diajak mengenal dunia pembayaran dan permodalan digital, kalangan UMKM yang menjadi peserta juga diajak mengubah pemikiran menuju pemasaran online.

    Mulai dari belajar teknik fotografi produk dan editing menggunakan telepon seluler, praktek pembuatan konten, sampai belajar promosi di sosial media untuk mendukung on-boarding.

    “Pasca kegiatan transaksi UMKM melalui e-commerce akan dimonitor secara kontinyu sehingga terbentuk data UMKM Digital Yogyakarta yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan mereka selanjutnya,” kata Fitriani.

    Fitriani menambahkan dari pelaksanaan kegiatan ini literasi UMKM atas perkembangan UMKM Digital diharapkan meningkat. Selain itu program UMKM Online juga lebih termonitor sekaligus menjadi ajang mempertemukan produk UMKM dengan marketplace yang tepat serta meningkatkan kapasitas UMKM masuk bisnis online.

    Fitriani mengungkapkan UMKM memiliki peranan strategis dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia baik dari sisi jumlah unit usaha, kontribusi terhadap PDB Indonesia, penyerapan tenaga kerja dan ekspor.

    Berdasarkan data BPS tahun 2017, ujar Fitriani, kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 64,41%, penyerapan tenaga kerja sebesar 97,02%, dan ekspor Indonesia sebesar 17,92%.

    Penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 54,68% atau sebesar 143,26 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi dan penggunaan smartphone/tablet semakin mendukung meluasnya penggunaan internet di Indonesia.

    Hal tersebut mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi, aplikasi atau platform berbasis internet termasuk fintech, e-commerce maupun marketplace yang kemudian mentransformasi perilaku bertransaksi bagi sebagian masyarakat dari berbelanja konvensional menjadi berbelanja online.

    Sejak transformasi itu, jumlah transaksi e-commerce terus tumbuh. Diperkirakan, pada tahun 2025 market size e-commerce di Indonesia akan mencapai 53 Miliar USD.

    Berdasarkan data Neraca Perdagangan antar wilayah Indonesia, BPS, per Januari 2019 transaksi e- commerce tumbuh sebesar 135,8%(yoy) dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018.

    “Ini peluang yang sangat baik bagi UMKM Indonesia. Kekayaan alam (bahan baku), keberagaman dan keunikan budaya Indonesia seharusnya bisa menjadi kekuatan bagi UMKM Indonesia untuk bisa bersaing di pasar online,” ujarnya.

    Baca berita tentang Bank Indonesia lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.