Passpod Bukukan Laba Rp 2,9 Miliar pada 2018

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Passpod (Digital Tourist Pass), Hiro Whardana, ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, 30 Agustus 2018. Passpod adalah stratup yang menyewakan modem untuk jalan-jalan ke luar negeri. TEMPO/Nurdiansah

    Direktur Utama Passpod (Digital Tourist Pass), Hiro Whardana, ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, 30 Agustus 2018. Passpod adalah stratup yang menyewakan modem untuk jalan-jalan ke luar negeri. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Yelooo Integra Datanet Tbk atau Passpod membukukan laba Rp 2,9 miliar per Desember 2018. Jumlah itu meningkat dibandingkan pada 2017 yang mencapai Rp 383 juta.

    CEO Passpod Hiro Whardana mengatakan laba yang meningkat tersebut sejalan dengan pertumbuhan outbound traveler (orang Indonesia yang ke luar negeri) sebesar 7,48 persen year on year atau sekitar 9,75 juta wisatawan. "Hal ini menjadi salah satu faktor penunjang semakin luasnya kebutuhan akan akses internet di luar negeri," kata Hiro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin 1 April 2019.

    Passpod adalah startup berbasis teknologi yang fokus menyediakan kebutuhan traveler selama perjalanan. Emiten dengan kode saham YELO ini menawarkan jasa rental modem portable berteknologi 4G (travel mifi) atau virtual SIM yang membantu wisatawan agar tetap terkoneksi selama berada di luar negeri tanpa harus repot mencari koneksi Wifi atau data roaming yang mahal.

    Kemudian dari sisi jumlah aset Passpod juga tumbuh signifikan. Hingga Desember 2018, jumlah aset Passpod mencapai Rp 85,7 miliar. Pada periode yang sama tahun 2017, nilai aset Passpod baru Rp 5,6 miliar.

    Selanjutnya, sepanjang 2018 Passpod membukukan penjualan sebesar Rp 27,4 miliar. Jumlah tersebut meningkat sebesar 255 persen dari 2017 yang jumlahnya baru Rp 7,7 miliar.

    Hiro menjelaskan pertumbuhan penjualan tersebut merupakan hasil pemilihan strategi yang tepat berdasarkan analisa data di tahun 2017. Dalam hal ini melalui pemanfaatan momentum peak season untuk negara-negara tujuan favorit dan penawaran paket bundling tiket atraksi ke negara tujuan.

    "Pertumbuhan yang cukup baik juga sangat terasa dari beberapa pengembangan yang telah kami lakukan yaitu penjualan tiket atraksi dan event," kata Hiro.

    Sementara itu, tahun ini, wisatawan yang melakukan perjalanan ke luar negeri diperkirakan meningkat 10 persen atau sekitar 10,7 juta wisatawan menurut data Asosiasi Travel Agent Indonesia. Adapun negara tujuan yang menjadi favorit seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.

    "Berbagai penawaran bundling penyewaan modem dan tiket atraksi negara tujuan favorit untuk tahun ini telah kami siapkan untuk menyambut berbagai momentum liburan di negara tujuan utama tersebut," kata CEO Passpod tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skenario Satu Arah Pada Arus Mudik 2019 di Tol Jakarta - Cikampek

    Penerapan satu arah ini dilakukan untuk melancarkan arus lalu lintas mudik 2019 dengan memanfaatkan jalur A dan jalur B jalan Tol Jakarta - Cikampek.