Bukalapak Ajak 2.400 Mahasiswa Bisnis Online

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, berfoto bersama dengan peserta Ranger Camp Nusantara 2019 yang ke-4, di kawasan Sentul, Jawa Barat yang berlangsung 3 hari dari 15-17 Maret 2019. (dok Bukalapak)

    Founder dan CEO Bukalapak, Achmad Zaky, berfoto bersama dengan peserta Ranger Camp Nusantara 2019 yang ke-4, di kawasan Sentul, Jawa Barat yang berlangsung 3 hari dari 15-17 Maret 2019. (dok Bukalapak)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Bukalapak mengajak para mahasiswa berbisnis online atau daring sejak dini. Selain kuliah, mereka bisa mendapatkan keuntungan banyak dalam menjual barang tanpa harus membuka fisik toko.

    Baca juga: Kisah Bos Bukalapak, Pernah Bangkrut Jualan Mie Ayam

    “Mengajak mahasiswa di beberapa kampus dan anak muda di berbagai daerah untuk belajar berwirausaha sejak dini. BNBK Goes to Campus ini diselenggarakan di 12 kampus,” kata Muhammad Fikri, Head of Community Management Bukalapak, Jumat, 29 Maret 2019.

    Bukalapak sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia memberi pelatihan bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Bukalapak menggelar program Belajar Ngelapak Bersama Komunitas Bukalapak (BNBK) Goes to Campus.

    Universitas yang menjadi sasaran ajakan jualan secara daring ini adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Cendrawasih, Universitas Bina Nusantara, Universitas Prasetiya Mulya, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Ciputra Surabaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Negeri Aceh, Universitas Lambung Mangkurat/Universitas Banjarmasin, Universitas Padjajaran, dan Universitas Hasanuddin. Jumlah peserta sebanyak  2.400 mahasiswa.

    Menurut Fikri, peluang berjualan ini masih sangat terbuka bagi kaum muda. Rata-rata konsumen di online marketplace adalah kaum muda.  Di Bukalapak ada sebanyak 4 juta pelapak. Jumlah ini memang sangat banyak. Namun jumlah pelapak ini juga melayani lebih dari 50 juta konsumen yang sudah menjadi pelanggan Bukalapak. Angka yang fantastis untuk jumlah konsumen.

    Program BNBK Goes to Campus memberikan berbagai materi dan bimbingan untuk anak muda. Mulai pengenalan tentang Bukalapak sebagai online marketplace yang bisa membantu bisnis para anak muda agar lebih maksimal, hingga cara mengoptimalisasi pemasaran barang jualan di Bukalapak.

    Mereka juga diperkenalkan tentang Komunitas Bukalapak, sebagai wadah bagi para pelapak untuk saling bertukar pengalaman mengoptimalkan bisnis online serta memberikan awareness tentang berbisnis. Juga bagaimana bisnis tersebut bisa memberikan dampak positif pada masyarakat.

    “Kami melihat bahwa generasi millenial ini memiliki potensi yang sangat besar. Untuk itu mereka perlu dirangkul, dan diarahkan untuk masa depan yang lebih gemilang,” kata Fikri.

    Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan pembinaan melalui BNBK.  Agar mereka memiliki pandangan sebagai wirausaha online, dan harapannya mampu menciptakan peluang kerja bagi masyarakat di sekitar mereka juga.

    Fikri menambahkan nantinya bagi mahasiswa yang tertarik untuk mengembangkan kemampuannya berwirausaha, akan dilakukan pembinaan lebih lanjut yang akan didampingi oleh Komunitas Bukalapak di 144 kota di seluruh Indonesia. Program ini untuk menjaring potensi-potensi wirausaha baru, BNBK tahun lalu menyasar ke usaha-usaha kecil daerah yang masih berjualan offline dapat beralih go online.  
    “Tahun lalu kami telah berhasil menjaring ribuan pelapak baru yang go online,” kata dia.

    Community Program Manager Bukalapak, Ian Agisti dalam acara Ngelapak Bareng Bukalapak di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Jumat, 29 Maret 2019 menyatakan program BNBK Goes to Campus memberikan berbagai materi dan bimbingan untuk anak muda. Materinya mulai pengenalan Bukalapak sebagai pasar daring.

    “Mayoritas yang belanja di Bukalapak kaum muda. Enampuluh persen laki-laki dan empatpuluh persen perempuan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cerita Saksi Soal Kebararan Pabrik Korek Api di Desa Sambirejo

    Inilah cerita saksi tentang kebakaran pabrik korek api gas di Desa Sambirejo, Langkat, Sumatera Utara memakan korban sampai 30 jiwa.