Dato Sri Tahir Siap Berikan 5 Persen Hartanya ke Rakyat Jika ...

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir saat menjadi narasumber dalam acara The Founders bertajuk

    Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir saat menjadi narasumber dalam acara The Founders bertajuk "How To Be A Good Entrepreneur" di Gedung TEMPO, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Dato Sri Tahir berencana menghibahkan secara cuma-cuma 5 persen kekayaannya bila ada masyarakat yang datang kepadanya untuk meminta bantuan. Pernyataan spontan itu ia lontarkan saat menjadi pembicara dalam diskusi The Founders bertajuk “How to be A Good Entrepreneur” yang digelar Tempo pada Rabu petang, 27 Maret 2019.

    Simak: Dato Sri Tahir Beberkan Tiga Cara Jadi Pengusaha Sukses

    “Kalau rakyat Indonesia mau ambil harta saya 5 persen, detik ini saya kasih,” ujar Tahir di kantor Tempo, Jalan Palmerah Barat 8, Jakarta Barat. Namun, ia mematok syarat bahwa masyarakat yang meminta harta tersebut terbukti benar-benar orang yang membutuhkan alias bukan oknum.

    Ucapan Tahir ini merupakan jawaban dari pertanyaan seorang peserta diskusi bernama Richard Alvin. Seusai menyampaikan pemaparan selama lebih-kurang 60 menit, Tahir menyilakan peserta untuk menanyainya perihal apa pun.

    Saksikan: Dato Sri Tahir: Growth yang Baik adalah yang Diisi dengan Infrastruktur 

    Alvin lantas melontarkan pertanyaan seputar alasan Tahir bersedia menandatangani Buffett-Gates Giving Pledge. Buffett-Gates Giving Pledge adalah yayasan yang dibuat oleh Bill Gates untuk mewadahi para miliarder menyumbangkan sebagian kekayaannya. Tahir menjadi orang pertama di Indonesia yang meneken komitmen itu.

    Saat menjawab alasannya lebih lanjut, anak dari juragan becak itu mengatakan perkara beri-memberi telah menjadi prinsipnya selagi masih hidup. “Saya look back. Ini sebuah konsekuensi dari logika,” ucapnya. Di usianya yang telah senja, Dato Sri Tahir memang menfokuskan kehidupannya untuk persoalan-persoalan sosial.

    Baca juga: Pohon Harta Menteri Luhut dan Kongsinya dengan Jokowi

    “Saya enggak ada jaminan besok pagi saya masih hidup karena sudah 67 tahun. It’s a logical,” ujarnya. Ia mengimbuhkan, meski berprofesi pengusaha, ihwal memberi, ia tak pernah hitung-menghitung untung dan rugi.

    Simak: Video lengkap Dato Sri Tahir


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).