Luhut Percepat Izin AKR Corporindo Agar Segera Jual Avtur

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Pekerja memeriksa alat di Depot Pengisian Pesawat Udara di (DPPU) Pertamina Cengkareng, Tangerang, Banten, 26 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ingin PT AKR Coporindo segera menjual avtur di Indonesia. Menurut Luhut, pemerintah melalui Kemenko Maritim segera memberikan izin kepada AKR Corporindo.


    Baca: 
    Komisi V DPR Cecar Menhub Budi Karya soal Harga Tiket Pesawat

    "Ya kami mau, kalau mereka minta tanggal berapa, saya bilang kenapa tunggu lama-lama," kata Luhut di Ayana Hotel, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2019.

    Sebelumnya, Luhut menyatakan akan mempercepat izin AKR Corporindo agar segera menjadi kompetiror bagi Pertamina sebagai penyedia avtur untuk bahan bakar pesawat. Hal itu tercantum dalam dalam notulensi rapat antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, maskapai, dan sejumlah pelaku pariwisata pada Senin lalu, 25 Maret 2019.

    Pada Februari 2019, Luhut setuju bila ada perusahaan lain yang bisa menyediakan bahan bakar jenis avtur untuk industri penerbangan. Dia mengatakan dengan banyaknya penyedia avtur tentu bakal memicu persaingan yang sehat.

    "Saya kira bagus, biar nanti bersaing. Jangan hanya satu saja," kata Luhut saat mengelar afternoon tea di Kantor Kementerian Kemaritiman, Rabu 20 Februari 2019.

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumya juga telah meminta menteri dan pihak terkait untuk menghitung ulang harga avtur. Sebab, selama ini harga avtur dinilai belum mencapai tingkat efisiensi yang maksimum.

    "Tadi baru kami rapatkan. Saya sudah perintahkan untuk dihitung. Mana yang belum efisien mana yang bisa diefisienkan, nanti segera diambil keputusan," kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

    HENDARTYO HANGGI | FRANCISCA CHRISTY ROSANA | DIAS PRASONGKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.