Bor Bawah Tanah Siap,Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    Maket kereta cepat di proyek Tunnel Section 1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung di Kawasan Halim, Jakarta, Kamis 29 November 2018. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung disebut akan dikebut segera, setelah bor raksasa bawah tanah (tunnel boring machine) siap. Bor raksasa ini akan dioperasikan untuk menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek.

    Baca: Menhub Budi Karya Sumadi Jamin Proyek LRT Rampung Sesuai Target

    Dalam siaran pers, Rabu 27 Maret 2019, manajemen PT Kereta Cepat Indonesia -China mengungkapkan proses perakitan mesin tunnel boring machine (TBM), yang didatangkan dari Shanghai, China, telah selesai. Alat bor itu segera dioperasikan untuk menembus lapisan tanah di bawah tol Cikampek mulai KM3+300 dari arah Jakarta.

    Bor yang serupa dengan yang digunakan untuk pembangunan terowongan bawah tanah MRT Jakarta itu tersebut memiliki bobot 3.649 ton dengan diameter 13,19 meter dan panjang 105 meter. Adapun bor yang telah menghubungkan jalur bawah tanah MRT Jakarta Fase I memiliki diamater 6,64 meter dan panjang 90 meter 

    Bor raksasa untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan beroperasi di daerah Halim dengan menggunakan metode shield tunneling untuk pengerjaan konstruksi terowongan sepanjang 1.885 meter. Tujuannya, untuk menjaga standar keamanan dalam pembuatan terowongan yang akan melintang di bawah jalan tol Cikampek, KM3+600 sampai dengan KM5+800.

    Direktur Utama Kereta Cepat Indonesia—China, Chandra Dwiputra, mengklaim penggunaan TBM tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta—Cikampek. Sebab, metode yang digunakan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibanding cara lainnya.

    "Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah dimana selama proses pengeboran hampir tidak menimbulkan gangguan bagi aktivitas kendaraan atau masyarakat yang berlangsung diatasnya,” kata Chandra dalam siaran pers. 

    Baca juga: Jika Lahan Rampung, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Selesai 3 Tahun

    Chandra mengatakan TBM akan bekerja secara intensif dengan standard pengoperasian selama 24 jam tanpa henti. Perseroan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek kereta cepat Jakarta—Bandung dan dapat beroperasi pada 2021. “Dengan teknologi TBM ini, maka proses pengeboran akan berlangsung dengan aman dan cepat,” ujar dia.

    Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan dalam tiga tahun lagi, yaitu 2021, masyarakat Jawa Barat bakal segera memiliki kereta cepat Jakarta-Bandung. Janji itu disampaikan dalam acara Fun Walk HUT ke-21 BUMN oleh PT Kereta Api Indonesia di Lapangan Upakarti, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 10 Maret 2019.

    BISNIS.COM | FAJAR PEBRIANTO

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.