Ekonomi Syariah Jadi Sumber Pertumbuhan Baru

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Ma'ruf Amin menyampaikan pidato kunci dalam seminar Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Indonesia Perry Warjiyo menyebut bahwa keuangan dan ekonomi syariah saat ini menjadi sumber harapan pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, pemerintah terus mendukung dan mengembangkan perekonomian syariah ini hingga ke tingkat daerah.

    BACA: 2019, Pemerintah dan Perbankan Bersaing Bidik Dana Masyarakat

    Hal itu disampaikan Perry dalam pidatonya saat meluncurkan buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) tahun 2018 di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu 26 Maret 2019. Menurut dia, sinergi merupakan kunci utama menghadapi berbagai tantangan guna meningkatkan kinerja perekonomian nasional di 2019. "Termasuk mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah hingga di tingkat daerah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru." 

    Selain mendukung ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru, kata Perry, Bank Sentral juga melanjutkan arah kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Lalu mengakselerasi pendalaman pasar keuangan guna menjaga stabilitas di pasar uang dan mendukung pembiayaan ekonomi secara lebih luas. "Dan melanjutkan peran kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung kegiatan ekonomi," tutur Perry. 

    Perry optimistis, prospek ekonomi Indonesia tahun 2019 akan tetap baik meskipun  di tengah perekonomian global yang belum kondusif. "Hal tersebut ditopang semakin solidnya sinergi kebijakan yang ditempuh Bank Indonesia, Pemerintah, OJK, dan otoritas terkait dalam satu bauran kebijakan ekonomi yang saling memperkuat termasuk sinergi kebijakan reformasi struktural," kata dia. 

    Namun, kata dia, perekonomian masih menghadapi tantangan struktural baik dari sisi global maupun domestik yang tetap harus diwaspadai. Karena itu, Bank Indonesia terus menempuh bauran kebijakan guna memperkuat stabilitas eksternal dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, yaitu tetap menempuh kebijakan moneter yang preemptive dan ahead of the curve.

    Perry memperkirakan, perekonomian domestik dalam jangka menengah akan terus berada dalam lintasan yang meningkat. Bank Indonesia, kata dia, juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan otoritas lainnya untuk mempercepat reformasi struktural guna memastikan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.