Garap Pasar Daerah Terpencil, Citilink Tambah Dua ATR

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penerbangan internasional pertama dari Banyuwangi dengan maskapai Citilink dengan tujuan Kuala Lumpur, 19 Desember 2018. (Dok. Kemenpar)

    Penerbangan internasional pertama dari Banyuwangi dengan maskapai Citilink dengan tujuan Kuala Lumpur, 19 Desember 2018. (Dok. Kemenpar)

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Citilink Indonesia akan mendatangkan dua pesawat ATR 72-600 lagi pada tahun ini untuk menambah pengoperasian dua pesawat sejenis sebelumnya. Pengoperasian ATR merupakan langkah bisnis baru dilakukan untuk lebih memperluas wilayah operasi hingga wilayah terpencil.

    Baca juga: Proyek Aerocity, AP II Siapkan 200 Hektare di Bandara Kualanamu

    “Saat ini empat ATR sudah siap dioperasikan, incoming dua lagi dalam waktu dekat,” kata Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto di Jakarta pada Selasa 26 Maret 2019.

    Pemilihan pesawat kecil ini dilakukan karena tahun ini Citilink ingin menggarap pasar di daerah terpencil, jauh, dengan bandara kecil. “Untuk menjangkau remote area karena ada beberapa kota yang tidak bisa dijangkau dengan Airbus,” ungkap Benny mengenai alasan memilih ATR.

    Namun, manajemen Citilink masih dalam proses penentuan hub yakni Medan, Halim Perdanakusuma, Surabaya, Kalimantan, atau Sulawesi. Adapun yang terbaru adalah pengambilalihan rute Surabaya-Jember pp dari yang semula dioperasikan Garuda Indonesia, per 1 April akan mulai dilayani Citilink.

    Dari segi tingkat keterisian, Benny menyebutkan, selama cukup bagus di atas 60 persen. “Load factor cukup baik di atas 60 persen, masih dalam tahap promosi kepada publik, bahwa Citilink tidak hanya Airbus 320, tapi juga ATR.”

    Untuk itu, Benny mengataka Citilink tengah menggencarkan strategi pemasaran dengan memilih rute-rute yang tepat. “Tidak lebih dan kurang startegi marketing frekuensi dan rute kapan demand itu, bermain selektif rute mana, kota mana permintaan tinggi, terutama rute-rute pendek,” ucap dia. 

    ANTARA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.