Kisah Sukses Anak Juragan Becak Dato Sri Tahir dalam The Founders

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • The Founders menampilkan Dato Sri Tahir

    The Founders menampilkan Dato Sri Tahir

    TEMPO.CO, Jakarta - Sosok Dato Sri Tahir dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia membangun bisnisnya dari nol. Pada 1986, Tahir mendirikan Mayapada dengan konsentrasi pada industri tekstil dan garmen. Bagaimana ia meraih sukses? Ikuti kisahnya dalam acara The Founders di gedung Tempo Media pada Rabu, 27 Maret 2019.

    Berikut sekelumit kisahnya. Bisnis Tahir dari industri tekstil dan garmen cepat merambah ke sektor keuangan. Ia membangun Bank Mayapada beberapa tahun kemudian. Ketika terjadi krisis pada 1997-1998 dan bank-bank lain kelimpungan Mayapada justru mampu bertahan. Bahkan pada 2007, Bank Mayapada dinobatkan sebagai bank terbaik kedua (di luar bank milik pemerintah).

    Kisah kecil Tahir seperti bocah kebanyakan. Ketika ditanya apa cita-citanya, jawabnya ingin menjadi dokter. Tapi, keinginannya itu kandas karena terbentur biaya. Ayah dan ibunya tak sanggup mengongkosi Tahir untuk kuliah di fakultas kedokteran.

    CEO Mayapada Group Dato Sri Tahir mengacungkan ibu jarinya saat meninggalkan Bank Indonesia setelah menukarkan uang dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura ke rupiah lewat Bank Indonesia, Jakarta, Senin, 15 Oktober 2018. Di Indonesia, ia menduduki peringkat kedelapan dari 50 orang terkaya RI. Sedangkan di dunia, ia menempati urutan ke 652 dari deretan hartawan dunia 2018. TEMPO/Tony Hartawan


    Pada 1971, saat lulus SMA di Surabaya, kedua orang tua Tahir yang dikenal sebagai juragan becak, menyatakan bahwa mereka tidak sanggup. Tahir lantas mendapat kesempatan kuliah setelah mendapat beasiswa dari Nanyang Technological University, Singapura.

    Saat itulah muncul naluri berbisnis. Sambil kuliah, Tahir berdagang dengan mengirimkan barang apa saja yang bisa dijual dari Singapura ke Indonesia. Saking asyiknya berbisnis sambil kuliah, cita-cita Tahir menjadi dokter pelan-pelan meredup dan akhirnya padam. Namun, keinginannya untuk membantu menyembuhkan orang sakit masih menyala-nyala.

    Setelah menjadi pengusaha sukses, hasrat menyembuhkan banyak orang disalurkan melalui cara lain. “Karena itu saya telah memutuskan untuk menginvestasikan US$ 65 juta lewat Global Fund untuk memerangi AIDS, TBC, dan malaria.” kata Tahir sebagaimana dikutip Huffington Post.

    Pada Rabu, 27 Maret 2019, Tahir akan berbagi pengalaman dalam berbisnis dan bagaimana membesarkan Mayapada Group. Bertempat di Gedung Tempo Media, Jalan Palmerah Barat Nomor 8, Jakarta, diskusi The Founders akan menghadirkan Tahir sebagai narasumber utama.

    Untuk mengikuti The Founders dengan Dato Sri Tahir sebagai narasumbernya, Anda dapat mendaftar di http://bit.ly/tempothefounders.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.