Wika: Holding BUMN Perumahan Molor Tunggu Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan), Komisaris PT PP (Persero) Sumardi (kiri), Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana (kedua kiri), Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (kedua kanan) dan Plt. Komisaris Utama KAI Muchtar Arifin (kanan) memukul kendang untuk menandai ground breaking Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Juanda, Jakarta, 10 Oktober 2017. TOD yang akan dibangun berlokasi di Juanda dan Tanah Abang. ANTARA

    Menteri BUMN Rini Soemarno (tengah), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kanan), Komisaris PT PP (Persero) Sumardi (kiri), Direktur Utama PT PP (Persero) Tumiyana (kedua kiri), Direktur Utama KAI Edi Sukmoro (kedua kanan) dan Plt. Komisaris Utama KAI Muchtar Arifin (kanan) memukul kendang untuk menandai ground breaking Transit Oriented Development (TOD) di Stasiun Juanda, Jakarta, 10 Oktober 2017. TOD yang akan dibangun berlokasi di Juanda dan Tanah Abang. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika menyebut pembentukan holding BUMN Perumahan dan Pengembang Kawasan akan molor sambil menunggu momentum Pilpres berlalu.

    Baca juga: Rini Soemarno Targetkan 6 Holding BUMN Rampung Tahun Ini

    Direktur Utama Wika Tumiyana mengatakan secara teknis tidak ada kendala dalam pembentukan holding yang tadinya ditargetkan rampung pada pertengahan Februari lalu itu. "Semua persiapan sedang dijalankan, tidak ada kendala kok," katanya dalam jumpa pers di Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.

    Meski begitu, Tumiyana berharap pembentukan holding itu bisa rampung masa akhir masa Pilpres. "Kita sih harapannya rampung pada masa akhir Pilpres. Jadi begitu Pilpres rampung, mudah-mudahan itu holding juga rampung. Tinggal lihat suasananya saja," tutur Tumiyana.

    Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan dipimpin Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) di mana WIKA, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero) akan menjadi anggotanya.

    Sebagai persiapan awal melebur dalam Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan, Wika dan Pembangunan Perumahan (PP) telah sepakat untuk melepas status Persero mereka.

    Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan dibentuk sebagai upaya antisipasi pembangunan dan pengembangan kawasan yang akan semakin gencar dilakukan di masa mendatang.

    Pembentukan holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan juga dilakukan pemerintah untuk mengatur bisnis yang "bertumpukkan" antara satu kontraktor dan kontraktor lainnya. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.