Buyback Indosat, Chris Kanter: Sudah DIbicarakan Dua Tahun Lalu

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chris Kanter. TEMPO/Nickmatulhuda

    Chris Kanter. TEMPO/Nickmatulhuda

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Indosat Ooredoo Chris Kanter menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sudah sempat membuka pembicaraan soal pembelian kembali alias buyback Indosat sejak dua tahun lalu.

    Baca juga: BPN Prabowo - Sandiaga Paparkan Peluang Buyback Indosat

    "Sudah ada pembicaraan, dua tahun lalu saya sudah mengantar Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), tetapi Qatar (pemilik saham Indosat) mengatakan dia mau menjadi global operator sehingga tidak punya niat untuk menjual," ujar Kanter dalam jumpa pers di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Senin, 25 Maret 2019.

    Kanter mengatakan sampai saat ini pemegang saham belum mematok harga untuk buyback perusahaan telekomunikasi itu. Sejak awal, ujar dia, perusahaan tersebut memang direncanakan menjadi pemain global dengan kini telah hadir di sepuluh negara. "Jadi ya tidak ada harganya."

    Di samping itu, Kanter menyebut, rencana buyback Indosat bakal memakan dana yang sangat besar. Ketimbang merealisasikan rencana itu, ia lebih menyarankan dana tersebut dipergunakan untuk membangun infrastruktur. "Lagian kalau misalnya mau dibeli, pemerintah kan sudah punya Telkomsel," kata dia.

    Sebelumnya, Sandiaga Uno berujar buyback itu menjadi salah satu langkah menopang rencana program single identification number (SIN) lewat kartu Kartu Tanda Penduduk elektronik.

    Untuk mewujudkan program itu, kata Sandiaga, Indonesia harus menguasai data terlebih dulu. "Sebetulnya ide Pak Jokowi untuk mem-buyback Indosat itu bagus. Di bawah Prabowo Sandi akan kami usahakan," kata Sandiaga di Jakarta, Rabu, 20 Maret 2019 lalu.

    Janji buyback Indosat ini memang pernah disampaikan Presiden Jokowi pada 2014. Jokowi mengatakan Indosat dijual semasa Indonesia belum pulih benar dari krisis di era Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Kini, Sandiaga mengatakan dia dan Prabowo siap melanjutkan janji Jokowi itu. Dia mengklaim buyback Indosat dapat memudahkan kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan dunia usaha terkait program SIN.

    "Menurut saya belum diseriusin aja. Insya Allah akan kami lanjutkan," kata Sandiaga ihwal hambatan buyback Indosat selama ini.

    Baca: Sandiaga Janji Buyback, Saham Indosat Turun ke Level Rp 2.830

    Adapun Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara belum memberi sinyal bahwa pemerintah akan membeli kembali perusahaan telekomunikasi Indosat. "Kalau saya sih melihat dari sisi bisnis saja, kalau orang mau menjual, apakah mau jual rugi? Selain itu, yang beli apa mau kalau kemahalan? Kan repot kalau kemahalan," ujar dia di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 21 Maret 2019.

    Rudiantara mengatakan buyback Indosat tak lain adalah proses jual beli. Artinya, hal utama yang mesti dipastikan apakah pemilik Indosat saat ini mau menjual kembali sahamnya dan berapa harganya. Menurut dia, saat ini harga saham perusahaan telekomunikasi itu sedang turun. Artinya harga beli saat itu dan harga jual saat ini jauh berbeda. "Apa mau menjual rugi?"

    CAESAR AKBAR | BUDIARTI UTAMI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peranan Penting Orang Tua dalam Kegiatan Belajar dari Rumah

    Orang tua mempunyai peranan yang besar saat dilaksanakannya kegiatan belajar dari rumah.